’’Sejumlah sekolah kami rolling untuk penyegaran,’’ kata Senen, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang kemarin.
Dari 27 kepala sekolah yang dimutasi, ada 20 kepala sekolah SD, dan tujuh kepala SMP. Dua kepala sekolah yang baru promosi ditempatkan di SMP.
Per 1 Januari, dua kepala sekolah berhenti karena melewati periodesasi. Mereka sudah 16 tahun menjadi kepala, terhitung empat periode. Yakni di SMPN 1 Gudo dan SMPN 2 Diwek. Tapi tidak sampai diisi plt. ’’Karena stok masih ada, dua kepala sekolah baru, kami lantik menjelang malam tahun baru dan mulai bertugas 2 Januari,’’ kata Senen.
Sementara lainnya bergeser. Senen mengatakan, belum ada tambahan kepala sekolah yang pensiun. Baru nanti 1 September 2023, kepala SMPN 1 Ngoro memasuki masa purna tugas. ’’Kepala sekolah yang mendekati masa purna tidak mungkin kita pindahkan lagi. Kasihan kalau harus adaptasi lagi di lingkungan yang baru,’’ ucapnya.
Senen berharap, sembilan kepala SD, dan sembilan kepala SMP yang bertugas di tempat baru bisa segera beradaptasi dan menjalankan tugas. (wen/jif/riz) Editor : Achmad RW