Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ada Kresek Bekas dan Daun Nangka, Kreasi Ibu dan Anak di Jombang

Rojiful Mamduh • Sabtu, 28 Agustus 2021 | 16:25 WIB
Ada Kresek Bekas dan Daun Nangka, Kreasi Ibu dan Anak di Jombang
Ada Kresek Bekas dan Daun Nangka, Kreasi Ibu dan Anak di Jombang


JOMBANG – Masih dalam suasana Kemerdekaan RI, KB Melati PKK Jombatan menggelar lomba kreasi kostum dari barang bekas. Banyak karya yang dihasilkan kerjasama ibu dengan anak ini. Ada yang menggunakan plastik bekas, ada juga daun nangka.



”Ini memang kerjasama yang melibatkan ibu dan anak, jadi mereka tidak bekerja sendiri,” ucap Kepala KB Melati PKK Jombatan, Muhimmatul Aliyah. Orang tua dan anak saling berembuk ide sehingga menghasilkan karya yang bagus. Meski begitu, warna merah putih diwajibkan ada.



Ada yang membuat gaun besar dari kantong kresek bekas. Memadu padankan warna kresek hijau motif dan warna putih. Sedangkan hiasan di sisi depan, belakang dan samping menggunakan perpaduan kresek warna merah hitam, juga putih.



Karya lainnya, berupa baju adat dari daun nangka segar. Daun nangka yang masih hijau disusun dan disatukan hingga berbentuk seperti baju. Lengkap dengan mahkota yang juga terbuat dari daun nangka. Tak lupa bendera merah putih dari bahan bekas kresek merah dan putih.



Bentuk lainnya yang terlihat kostum garuda dari kardus bekas. Kardus yang sudah tidak terpakai digunting menyerupai sayap burung garuda. Kemudian diberi cat cokelat muda dan cokelat tua. Kemudian diberi tali untuk dikaitkan di tangan.



Di bagian depan, lambang pancasila yaitu bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, serta padi dan kapas diletakkan dibagian depan. Sedangkan pada bagian kepala, ada mahkota digunting menyerupai kepala garuda, yang dicat merah putih dan bertuliskan merdeka.



”Banyak sekali kreatifitas anak-anak, sangat menarik, ada juga yang memakai hasduk merah putih diikatkan di kepala,” jelasnya. Kegiatan yang melibatkan orang tua itu dinilainya memiliki banyak manfaat. Selain meningkatkan kreatifitas, juga membentuk kekompakan orang tua dan anak.


Menurutnya, mengolah barang bekas juga dapat melatih kepercayaan diri anak. Apalagi dilombakan, membangun rasa kompetitif pada anak. ”Yang paling penting menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak dengan mengikuti lomba kemerdekaan,” pungkas dia.


Editor : Rojiful Mamduh
#berita jombang