JOMBANG – Bus PO Mira bernopol S 7267 US menabrak truk tangki yang tengah parkir di tepi Jalan Raya Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. Kecelakaan mengakibatkan kaki sopir bus patah lantaran terjepit di dalam kabin yang ringsek parah.
Kanit Laka Satlantas Polres Jombang Iptu Sulaiman menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.00. Semula melaju bus PO Mira yang dikemudikan Heru Nur Cahyo, 51, warga Desa Gemekan, Sooko, Mojokerto dari utara ke selatan. Atau dari arah Jombang menuju ke Kertosono.
Sampai di Jalan Raya Desa Pagerwojo, laju kendaraan bus jurusan Surabaya-Semarang itu tiba-tiba oleng ke kanan dan menabrak truk tangki bernopol N 9809 UR yang tengah diparkir di sebelah barat jalur arteri Surabaya-Madiun tersebut. "Sopir bus tidak bisa menguasai kemudi, kemungkinan karena mengantuk," terang Sulaiman.
Akibat benturan keras, bagian moncong dua kendaraan besar ini sama-sama ringsek. Bahkan sopir bus Mira sempat terperangkap berjam-jam di dalam kabin lantaran kedua kakinya terjepit bodi kendaraannya yang ringsek. Sedangkan kernet bus, Agung Setiawan, 31, warga Desa/Kecamatan Sidoharjo, Sragen menderita luka ringan. "Sopir bus dirawat di RSUD Jombang, kalau kernet di Puskesmas Perak," terang Sulaiman.
Sementara truk tangki juga mengalami ringsek, khususnya di bagian pintu kanan. Beruntung sopir truk Yuliadi, 47, warga Desa Toyaning, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan selamat. Saat kejadian, ia sedang istirahat di dalam kabin truk. "Saya posisi tidur di truk, tahu-tahu ditabrak bus ini," ungkap Yuliadi.
Dia menduga sopir bus mengemudi sambil menggunakan ponsel sehingga kurang konsentrasi. "Kata penumpang bus, sopirnya dari sana sudah ngebut, kayaknya ditelepon temannya mau ambil penumpang," ungkap Yuliadi.
Proses evakuasipun berjalan cukup alot. Pasalnya petugas harus mengeluarkan sopir bus yang terjepit dalam kabin. Sang sopir bus, akhirnya bisa dievakuasi setelah mobil derek petugas datang dan melakukan penarikan. Beberapa bagian depan bus juga harus dirusak paksa.
Kecelakaan juga sempat mengakibatkan kemacetan panjang di jalur arteri. Proses evakuasi memakan waktu berjam-jam. Sekitar pukul 09.00, bangkai kendaraan bisa dievakuasi. Arus lalu lintas berangsur normal. ”untuk pemeriksaan lebih lanjut, kendaraan yang terlibat kita amankan,” singkat Sulaiman.
Editor : Rojiful Mamduh