JOMBANG – Sebuah warung di Dusun Siwalan, Desa Mejoyolosari, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, puluhan tahun menyediakan sajian ayam panggang. Meski hanya menu tunggal dengan aroma bubum rujak yang khas, warung ini tetap eksis hingga sekarang.
Padahal warung ini cukup tersembunyi, berada di tengah kampung yang dikeliligi persawahan. Warung sederhana memang nampak klasik. Penanda warung hanya berada di depan warung. Tak ada pelang ataupun penanda lain. “Tidak ada petunjuk memang, tapi kalau tanya warga sekitar sini ya pasti sudah tahu semua,” terang Sunikah, 61, pemilik warung ayam panggang siwalan.
Maklum, warung miliknya memang sudah lebih dari 40 tahun. Sejak 1977 silam, Martiah (almarhum sang ibu) yang membuka warung ayam panggang pertama kali. Menempati warung bambu kecil yang kini berada di samping rumahnya. “Awalnya dulu jualan lodeh, terus coba ayam panggang, ternyata yang laku malah ayam panggang, akhirnya diteruskan sampai sekarang,” lanjutnya.
Ia sendiri mewarisi warung milik sang ibunda setelah 1985. Ia juga memindahkan lokasi warung yang kini berdempetan. Meski masuk generasi kedua, Sunikah tak pernah mengubah resep dan rasa masakan sang ibu. “Semuanya masih sama, resep yang diturunkan ke saya, ya berlanjut sampai sekarang,” katanya kepada koran ini, kemarin (30/7).
Di warungnya, ayam kampung dimasak menjadi ayam panggang. Proses pembuatannya manual, seperti saat ibunya membuat dulu. “Awalnya dari ayam kampung yang sudah dipotong dan dibersihkan, terus ditusuk dengan bambu besar,” tambah nenek yang masih energik ini.
Setelah itu, ayam mentah diletakkan di atas bara api untuk dipanggang. Saat inilah proses pemberian bumbu dimulai. Sunikah menyebut perlu beberapa lapisan bumbu. “Saya pakai bumbu rujak dan tidak bisa sekali dioles, jadi sambil dibolak-balik diolesi bumbu terus sampai kering dan ayamnya matang,” imbuhnya.
Proses ini membutuhkan waktu minimal satu jam untuk setiap pembakaran ayam.Hasilnya bisa ditebak, daging ayam yang empuk ditambah bumbu rujak yang meresap kuat, menjadikan sangat lezat. Ayam panggang ini disajikan hangat dengan urap-urap dan nasi putih. “Untuk harga satu porsi Rp 25 ribu, kalau utuh satu ekor ayam Rp 80 ribu – Rp 90 ribu, bergantung besar kecilnya ayam,” pungkas dia.
Editor : Rojiful Mamduh