JOMBANG – Arus lalu lintas di jalan raya Ploso Minggu (23/5) kemarin macet parah. Atrean kendaraan mengular panjang di jalur penghubung Jombang – Babat bahkan mencapai sekitar tiga kilometer. Peningkatan volume kendaraan ditengarai dari gelombang susulan arus mudik-balik Lebaran.
Pantauan Jawa Pos Radar Jombang, sekitar pukul 09.30 terlihat antrean kendaraan dari arah Jombang – Ploso sudah mengular panjang, khususnya dari simpang empat Sentul, Tembelang.
Aksi saling serobot pun tak terhindarkan, khususnya para pengendara motor yang berusaha keluar dari macet. Sesekali mereka menerobos marka dan melawan arus. ”Saya tadi hampir 1 jam terjebak macet di situ,” terang Afandi, salah satu pengendara tujuan Lamongan.
Tidak hanya kendaraan dari arah Tembelang, antren kendaraan tujuan Babat - Lamongan juga mengular panjang hingga tembus perempatan Bawangan, Ploso.
Di sisi utara, antrean kendaraan juga mengular panjang, penumpukan kendaraan juga terjadi di simpang tiga Biskupan Ploso. Di lokasi ini, jalan yang bersinggungan dengan proyek Jembatan Ploso belum ditutup, jalan yang sempit memicu kemacetan makin parah. Ditambah dengan antrean kendaraan dari arah selatan yang berjejal masuk ke jalur pinggir tanggul arah Kudu.
Sedangkan untuk kendaraan yang mengarah ke Ploso, juga masih mengular. Pantauan hingga pukul 11.00, antrean kendaraan ini memanjang hingga di Desa Kedungdowo, Kecamatan Ploso. Kondisi ini juga terpantau makin parah hingga Minggu (23/5) sore.
Dikonfirmasi terpisah, Iptu Mulyani Kanit Turjawali Satlantas Polres Jombang tak menampik kondisi lalu lintas di Ploso dan Tembelang yang tersendat itu. Pihaknya menyebut hal ini berkaitan dengan naiknya jumlah kendaraan di jalan di akhir pekan. ”Jadi memang ada kenaikan volume, pertama. Ditambah dengan kondisi jalan yang menyepit memasuki jembatan juga adanya proyek jembatan Ploso baru,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jombang Minggu sore.
Selain itu, kenaikan volume itu juga dampak dari aktivitas mudik-balik yang hingga kini masih terjadi. Warga, banyak memilih tak menggunakan tol karena khawatir pengetayan. ”Jadi banyak yang memilih jalan bawah (arteri,Red) jadinya ya menumpuk itu,” lanjutnya.
Soal adanya penutupan jalan ke arah Plandaan, Mulyani menyebut hal itu dilakukan menyusul evaluasi yang dilakukan tim yang berjaga di lokasi itu sejak Sabtu (22/5) malam. Persimpangan itu, memang seringkali membuat kemacetan kian parah, karena kendaraan dari arah Plandaan yang menuju Jombang, disebutnya jarang mau mengalah dan berhenti dulu. ”Akhirnya kita tutup, untuk kendaraan dari dan ke Plandaan, sementara bisa menggunakan jalan alternatif, melewati depan Polsek Ploso dan nanti keluar di samping RSUD Ploso,” tambahnya.
Karena tak banyak pengalihan arus yang bisa dilakukan dan belum bisanya dilakukan contraflow di jalur itu, Mulyani menjelaskan sementara hanya bisa mengatur lalu lintas sampai kondisinya menurun saja. ”Biasanya sampai Minggu malam akan mulai surut volumenya,” pungkasnya.
Editor : Rojiful Mamduh