Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Kreativitas Sodiq membuat Kerajinan Berbahan Sabut Kelapa

Rojiful Mamduh • Sabtu, 23 Januari 2021 | 15:30 WIB
Bagi sebagian orang, sabut kelapa mungkin dipandang sebagai barang yan
Bagi sebagian orang, sabut kelapa mungkin dipandang sebagai barang yan


Bagi sebagian orang, sabut kelapa mungkin dipandang sebagai barang yang kurang berharga atau malah sebagian menyebutnya sampah. Namun, hal itu tak berlaku bagi Sodiq. Berkat kreativitasnya, difabel asal Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan ini mampu menyulap sabut kelapa menjadi produk kerajinan tangan yang bernilai tinggi, seperti apa?



ANGGI FRIDIANTO, Peterongan



KETERBATASAN fisik tak membuat Sodiq, 55, patah semangat menjalani hidup. Dengan tongkat kruk kayu di tangan kirinya, Sodiq berjalan tertatih-tatih menghampiri tumpukan sabut kelapa di depan rumahnya di Dusun/Desa Bongkot, Kecamatan Peterongan kemarin siang.


Ya, bapak lima anak ini sudah setahun terakhir menggeluti produk kerajinan berbahan dasar sabut kelapa. Kini produk kerajinan tangannya mulai banyak diburu warga.


Setiap warga yang mampir ke rumahnya akan disuguhi dengan aneka ragam produk kerajinan berbahan sabut kelapa. Mulai dari pot bunga hingga pernak-pernik hiasan rumah.


Di tangan Sodiq, tumpukan sabut kelapa yang tak terpakai diolah menjadi beraneka kerajinan. Mulai pot bunga berbentuk hati, bentuk bulat, bentuk kotak hingga hiasan dinding.


Ia juga melayani desain khusus yang dipesan pembeli. ”Sekitar awal tahun lalu, saya berangan-angan bagaimana memanfaatkan limbah sabut kelapa agar memiliki nilai ekonomis lebih tinggi,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.


Bermodalkan keyakinan yang kuat, Sodiq pun mulai mencoba membuat kerajinan pot gantung secara otodidak. Setelah berulangkali mencoba, satu persatu hasil kerajinan tangannya pun menunjukkan hasil yang nyata. ”Mencoba berulang kali akhirnya jadi pot gantung untuk hiasan rumah,’’ terangnya.


Setahun berjalan, usaha Sodiq tak sia-sia. Meski hasilnya belum seberapa, setidaknya ia sudah bisa menjual kerajinan tangannya ke konsumen. Dibantu adiknya, Sodiq mampu menjual hasil kerajinan tangannya hingga keluar Jawa.


Di antaranya wilayah Sumatera dan Kalimantan secara online. ”Selain dibawa ke Kalimantan dan Sumatera. Kerajinan ini juga saya titipkan ke pasar,’’ terangnya.


Dalam sehari, Sodiq bisa menghasilkan tujuh sampai delapan buah produk. Bentuknya bermacam-macam sesuai selera Sodiq. Karena belum begitu paham dengan pemasaran, Sodiq menjual dengan harga cukup murah.


Untuk ukuran paling kecil diameter sekitar 10 cm, ia menjual dengan harga Rp 5 ribu. Sedangkan, ukuran besar mencapai kisaran Rp 30 ribu. ”Biasanya untuk pot bunga anggrek atau tanaman merambat,’’ jelasnya.


Sejauh ini, Sodiq masih terkendala pemasaran. Sebab, pesanan di Sumatera dan Kalimantan juga tak selalu ada. ”Kalau tidak ada pesanan ya kadang saya promosikan lewat status whatsapp dan Facebook, dan omzetnya belum banyak karena terkendala pemasaran,’’ bebernya.

Editor : Rojiful Mamduh