Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Batalyon Merak 504 di Jombok Ngoro, Benteng Tiga Daerah di Jatim

Binti Rohmatin • Minggu, 30 Agustus 2020 | 17:49 WIB
Batalyon Merak 504 di Jombok Ngoro, Benteng Tiga Daerah di Jatim
Batalyon Merak 504 di Jombok Ngoro, Benteng Tiga Daerah di Jatim


Di Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang saat revolusi kemerdekaan menjadi markas Batalyon Merak. Kala itu menjadi benteng tiga daerah. Yakni Jombang, Kediri dan Malang.


JOMBANG - Monumen di SMPN 2 Ngoro yang berada di halaman depan itu menjadi saksi bisu. Sebagai tanda ucapan terimakasih komandan Batalyon Merak Soenandar Prijosoedarmo.


Ada dua monumen yang terpasang, yakni Batalyon Merak 501 Brawijaya dipimpin Soenandar Prijosoedarmo. Meski kondisi monumen kini mulai usang, sebagian tulisan masih bisa terbaca.


Satunya berada di dekat ruang kelas, dengan tulisan yang hampir sama. Yakni keluarga Batalyon Merak dengan bubuhan tandatangan Mayor Jenderal TNI Soenandar Prijosoedarmo. Lengkap disertai pemasangan monumen.


“Jadi dulu Pak Soenandar jadi pimpinan Batalyon Merak. Sebagai ucapan terima kasih, dibangunkan sekolah itu (SMPN 2 Ngoro, Red),” kata Nugroho Adi Wiyono Kades Jombok. Dulu, batalyon itu bertugas di wilayah sekitar. “Petilasannya di Dusun Sumberjo bangunan rumah. Dulu ditempati Pak Soenandar,” imbuhnya.


Kala menjabat Gubernur Jawa Timur, Soenandar menyempatkan turun gunung ke Desa Jombok. Namun, tak lagi berperang, tapi dengan tujuan lain. “Mengenang masa lalunya, menemui mbah saya G Karthodhirdjo dan menanyakan minta apa,” ungkap Nugroho.


Sebagai ucapan terimakasih, akhirnya dibangunlah SMPN 2 Ngoro. “Akhirnya 1974 dibangunkan sekolah, dengan catatan menyiapkan tanah sendiri. Sebagai ucapan terima kasih Pak Soenandar,” terang dia. Kala itu, sekolahnya diberi nama SMP Merak mengikuti nama batalyon.


“Agar standar dengan sekolah negeri, dengan catatan warga Jombok tetap bisa sekolah, akhirnya 1979 berubah jadi SMPN Ngoro. Lalu berubah lagi sampai sekarang menjadi SMPN 2 Ngoro,” ceritanya. Da monumen itu sampai sekarang menjadi tanda keberadaan Batalyon Merak. “Makanya salah satu monumen tertulisan Baktiku Untukmu,” pungkas Nugroho.

Editor : Binti Rohmatin