JOMBANG - Banyak pilihan tempat bagi kawula muda untuk menghabiskan waktu untuk sekadar ngopi di malam hari. Salah salah satu tempat yang bisa dijadikan alternatif, adalah warung angkringan pinggir jalan. Suguhan menunya sederhana dan murah.
Warung angkringan di Desa Sambong, Kecamatan Jombang misalnya, berdiri di depan emperan rumah. Bangunannya sederhana. Sebuah gerobak dorong. Di sekelilingnya, beberapa kursi dan meja ditata rapi mengelilingi rombong. Beberapa karpet juga dibeber untuk menampung pengunjung lain yang datang.
Lampu pijar kuning yang dipasang di tengah gerobak, menambah teduh suasana warung. “Memang konsepnya sederhana, warung kecil dengan memanfaatkan lahan depan rumah,” ucap Syafrizal Fika Putra, pemilik angkringan. Ia mengaku tiga tahun terakhir menggelar dagangan setiap malam.
Menu utama dari angkringan ini tak beda dengan umumnya. Seperti ayam bakar, nasi bakar dan lauk-pauk lain yang bisa dibakar. “Karena konsepnya seperti angkringan di Jogja, jadi banyak bakaran selain beberapa camilan kecil,” ucapnya.
Untuk minuman, selain kopi dan banyak minuman instan, pemilik warung juga membuat menu andalan dari rempah. “Kalau yang khas wedang uwuh, racikan beberapa rempah. Warnanya merah,” imbuh dia.
Sajian dengan harga murah membuat angkringan inipun cukup diminati. “Namanya angkringan pinggir jalan, tentu harganya murah, bisa nyangkruk juga,” pungkasnya.
Editor : Binti Rohmatin