Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Molornya Proyek RSUD Ploso Berdampak pada Pelayanan Pasien

Binti Rohmatin • Jumat, 21 Desember 2018 | 17:45 WIB
Molornya Proyek RSUD Ploso Berdampak pada Pelayanan Pasien
Molornya Proyek RSUD Ploso Berdampak pada Pelayanan Pasien

 JOMBANG – Selain molor dari target, proyek pembangunan gedung laboratorium dan gedung lantai dua di RSUD Ploso belum juga rampung. Hingga kemarin (19/12) sejumlah pekerja terlihat sibuk mengebut proses pekerjaan.


Pantauan di lokasi menyebut, proyek pembangunan gedung lantai dua RSUD Ploso senilai Rp 1,4 miliar dilaksanakan  CV Huma Karya Sentosa dan masih belum kelar. Di sejumlah titik, terlihat sisa pekerjaan belum tuntas seratus persen. Diantaranya, pekerjaan atap, pemasangan daun pintu dan jendela.


Sejumlah material proyek juga masih tertumpuk di beberapa sudut lokasi, termasuk beberapa pekerja terlihat sibuk mengebut pekerjaan. Padahal sesuai batas waktu terakhir, pengerjaan proyek itu berakhir 10 Desember lalu. 


Pihak pejabat pembuat komitmen (PPK) masih memberi kelonggaran kepada pihak kontraktor dengan addendum waktu, lantaran ada penambahan volume pekerjaan. Selain itu, ada persoalan pengiriman material atap yang terlambat. 


Tak jauh beda, pengerjaan proyek pembangunan gedung laboratorium dan rehab medik senilai Rp 845 juta oleh CV Makmur Madani, hingga kemarin juga belum rampung. Sesuai dokumen kontrak, batas terakhir pengerjaan berakhir 28 November lalu. Disebut ada persoalan dokumen perencanaan serta faktor keterlambatan material hingga membuat pekerjaan molor.


Lantaran pihak pelaksana masih menyanggupi untuk menyelesaikan sisa pengerjaan, pihak PPK (pejabat pembuat komitmen) memberikan toleransi kepada pihak kontraktor untuk menyelesaikan dengan pemberlakukan denda keterlambatan.


Saat dikonfirmasi, Heru Purwanto PPK RSUD Ploso membenarkan perihal keterlambatan pengerjaan di lapangan. ”Untuk proyek gedung lantai dua tinggal merampungkan pemasangan atap dan jendela. Material sudah siap semua, mungkin empat atau lima hari ke depan sudah selesai,” bebernya.


Termasuk saat ditanya progres pengerjaan pembangunan gedung laboratorium dan rehab medik, dirinya menyebut hampir tuntas. ”Sama, tinggal merampungkan pemasangan atap dan keramik,” singkatnya.


Sementara itu, sejumlah pengunjung rumah sakit mengeluhkan pengerjaan proyek yang tak segera rampung. Sebab, di lantai dasar, setiap hari banyak pasien menginap sehingga mereka merasa kurang nyaman. ”Berisik juga, lalu lalang para pekerja bikin kurang nyaman istirahat,” terang salah satu keluarga pasien. (*)

Editor : Binti Rohmatin