RadarJombang.id - Pendeta GPdI House Of Prayer Sawahan, Jombang, Petrus Harianto STh, menyampaikan renungan menarik tentang pentingnya merasa aman dalam perlindungan Tuhan.
’’Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada Tuhan: Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai,’’ tuturnya mengutip Mazmur 91:1–2.
Setiap orang pasti pernah merasakan ’’badai” dalam hidup. Masalah keluarga, tekanan pekerjaan, pergumulan ekonomi, sakit penyakit, atau kecemasan tentang masa depan.
Badai itu sering datang tanpa pemberitahuan. Langit yang tadinya cerah bisa berubah gelap dalam sekejap.
Di dunia yang penuh ketidakpastian, hati manusia sering diliputi rasa takut, cemas, dan khawatir.
Namun firman Tuhan mengingatkan kita, ada tempat yang benar-benar aman yaitu di dalam lindungan Tuhan sendiri.
Pemazmur tidak hanya berkata tentang mengetahui Tuhan, tetapi ’’duduk dalam lindungan” dan ’’bermalam dalam naungan.”
Ini berbicara tentang kedekatan dan ketenangan. Duduk berarti tinggal, menetap, bukan sekadar singgah.
Bermalam berarti mempercayakan seluruh waktu bahkan saat yang paling gelap ke dalam tangan-Nya.
Perlindungan Tuhan bukan berarti kita tidak pernah menghadapi masalah. Tetapi saat ada masalah kita tidak menghadapinya sendirian.
Ketika kita menjadikan Tuhan sebagai tempat perlindungan, kita belajar percaya bahwa Dia memegang kendali atas setiap keadaan.
Bayangkan seorang penggembala kecil yang sedang berada di padang. Tiba-tiba angin kencang bertiup, awan gelap menggulung, dan hujan deras mulai turun.
Ia tidak mungkin melawan badai itu. Satu-satunya harapan adalah berlari menuju pondok batu yang kokoh di dekat padang.
Di dalam pondok itu, ia masih bisa mendengar suara angin menderu dan melihat kilat menyambar.
Badai tidak berhenti. Tetapi ia aman, karena ada dinding yang melindungi dan atap yang menaungi.
Demikianlah gambaran orang yang ’’duduk dalam lindungan” Tuhan. Badai hidup mungkin tetap ada, tetapi posisi kita berubah.
Kita tidak lagi berdiri sendirian di tengah terpaan angin; kita berada dalam perlindungan-Nya.
Hari ini, mungkin ada tantangan yang membuat hati gelisah. Datanglah kepada Tuhan.
Tinggallah dalam hadirat-Nya melalui doa dan firman. Percayalah bahwa di dalam Dia ada keamanan sejati yang tidak bisa diberikan dunia.
’’Rasa aman sejati bukan karena badai berhenti, tetapi karena kita berada di dalam lindungan Tuhan yang tidak pernah goyah. Tuhan Yesus memberkati,’’ tegasnya. (jif/naz)
Editor : Achmad RW