Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal di Polres Jombang, Lima Hal Menghapus Pahala Puasa  

Rojiful Mamduh • Jumat, 20 Februari 2026 | 07:46 WIB

 

 

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang

Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Jannatul Fuadah Polres Jombang, Rabu (18/2), Pengasuh PP Halimiyah Tambakberas, KH Lukman Hakim, menjelaskan hal yang menghapus pahala puasa. ’’Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda: Lima perkara yang membatalkan (menghapus pahala) puasa: Dusta, gibah atau menggunjing, namimah atau adu domba, sumpah palsu, dan memandang dengan syahwat,’’ tuturnya.

 

Pertama dusta atau bohong. Allah Ta‘ala berfirman di QS At-Taubah 119. Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan jadilah bersama orang-orang yang jujur.

 

Rasulullah bersabda: Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.

Bohong merusak hakikat puasa, karena puasa adalah latihan kejujuran. Kita tidak makan dan minum walau tidak ada manusia yang melihat, karena kita sadar Allah Ta’ala mengawasi.

 

Ibnu Mas‘ud radiyallahu ‘anhu berkata; Sesungguhnya dusta itu membawa kepada dosa, dan dosa membawa ke neraka.

 

Kedua gibah atau menggunjing. Menggunjing sama dengan makan bangkai orang yang digunjing. Allah Ta‘ala berfirman di QS Al-Hujurat 12. Dan janganlah sebagian kalian menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kalian memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka tentu kalian merasa jijik.

 

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: Gibah itu merusak puasa lebih cepat daripada api membakar kayu kering.

 

Di zaman Nabi ada dua wanita yang berpuasa namun menggunjing. Mereka merasa sangat lapar dan hampir pingsan. Ketika hal itu dilaporkan, Nabi meminta mereka memuntahkan isi perutnya. Maka keluarlah darah dan daging. Nabi bersabda, mereka berpuasa dari yang halal, namun berbuka dengan yang haram (menggunjing manusia).

 

Ketiga namimah atau adu domba. Menyampaikan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan.

Rasulullah bersabda: Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.

Puasa bertujuan memperbaiki hati dan hubungan antar sesama. Namimah justru merusaknya.

 

Imam Syafi‘i rahimahullah berkata; Barang siapa ingin husnul khatimah, hendaklah ia menjaga lisannya.

Banyak pahala puasa hilang hanya karena satu kalimat yang disebarkan.

 

Keempat sumpah palsu. Allah Ta’ala berfirman di QS Ali ‘Imran 77. Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka tidak mendapat bagian di akhirat.

Sumpah palsu sering terjadi dalam perdagangan. Rasulullah memperingatkan, sumpah palsu memang melariskan dagangan, tetapi menghapus keberkahan.

Seorang tabi‘in berkata: Sumpah palsu itu seperti api kecil yang tampak menguntungkan, namun membakar seluruh amal.

Bagaimana mungkin puasa yang bertujuan mendatangkan takwa bisa berdampingan dengan kebohongan atas nama Allah?

 

Kelima memandang dengan syahwat. Allah Ta‘ala berfirman di QS An-Nur 30. Katakanlah kepada orang-orang beriman agar mereka menundukkan pandangannya.

Pandangan adalah panah beracun dari iblis. Puasa melemahkan syahwat, namun pandangan yang liar justru membangkitkannya kembali.

Yahya bin Mu‘adz rahimahullah berkata: Puasa adalah benteng. Namun jika engkau buka pintunya dengan pandangan haram, maka musuh akan masuk.

 

Di zaman digital hari ini, ujian pandangan jauh lebih berat. Satu sentuhan jari dapat membuka pintu dosa yang menggerogoti pahala puasa. (jif/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
#Jombang #polres jombang #Binrohtal