Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Penting untuk Gembira Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, Ini Manfaatnya

Rojiful Mamduh • Minggu, 8 September 2024 | 17:46 WIB

Binrohtal di Masjid Polres Jombang
Binrohtal di Masjid Polres Jombang
 

RadarJombang.id - Ustad Hambali, menjelaskan pentingnya gembira menyambut bulan kelahiran Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Hal itu, diungkapkannya saat khotbah di Masjid Satlantas Polres Jombang, Jumat (6/9).

’’Bulan Rabiul Awal adalah bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kita umat Islam pantas bergembira," ungkapnya.

Menurut Ustad Hambali, kelahiran Nabi adalah rahmat bagi seluruh alam.

"Mengenang dan memperingatinya sama dengan menunjukkan kegembiraan serta menunjukkan kecintaan kepadanya,’’ tuturnya.

Mencintai Nabi sangat penting agar kita termasuk mencintai Allah SWT. Sebagaimana disebutkan dalam QS Ali Imran 31. Katakanlah:

’’Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.’’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Mencintai Nabi juga membuat kita senang melaksanakan syariat Islam yang dibawa Nabi. Serta bisa merasakan manisnya iman.

Nabi bersabda; Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman. Pertama, mencintai Allâh dan Rasûl-Nya melebihi selainnya.

Kedua, mencintai seseorang hanya karena Allâh SWT. Ketiga, ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh SWT menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka.

’’Nabi bersabda, kelak di akhirat kita akan dikumpulkan bersama orang yang kita cintai,’’ terangnya.

Baca Juga: Toriqoh 314, Berbuat Kesalahan Bisa Menurunkan Wibawa

Agar lebih mencintai Nabi, kita perlu mengingat peristiwa-peristiwa besar yang mengiringi kelahiran Nabi.

Pertama, hancurnya pasukan Abrahah yang hendak menyerang Kakbah oleh kawanan burung Ababil pada 571 M, tepat pada tahun kelahiran Nabi.

Penyerangan Abrahah dipicu oleh kecemburuannya melihat Kakbah yang selalu ramai dikunjungi warga dari berbagai penjuru.

Allah SWT berkehendak menyelamatkan Kakbah. Gajah-gajah Abrahah berhenti di tempat yang dikehendaki-Nya.

Allah SWT menurunkan kawanan burung Ababil dari berbagai penjuru,  membawa batu-batu dari tanah yang membakar.

Batu-batu itu kemudian ditimpakan dari atas ke kepala bala tentara Abrahah. Kedahsyatan peristiwa ini pun diabadikan dalam QS al-Fil 1-5.

Kedua, pada malam kelahiran Nabi., istana Kisra berguncang hingga 14 balkonnya runtuh, api di negeri Persia yang selalu disembah kaum Majusi padam seketika.

Padahal, sudah seribu tahun lamanya, api tersebut selalu menyala. Seiring dengan kejadian itu, air danau Sawah surut, lembah Samawah kebanjiran.

Sejumlah mata air mengering, sehingga membuat Kisra dan rakyatnya bingung kelimpungan.  

Dikabarkan pula, seorang kepercayan Kisra bernama al-Mubidzan bermimpi melihat unta-unta bermuatan berat menuntun kuda-kuda bagus.

Unta-unta itu lantas berjalan mengarungi sungai Tigris dan Eufrat lalu menyebar ke sejumlah negerinya.

Menurut penafsiran, sebuah peristiwa besar di penjuru Arab akan terjadi. Peristiwa dimaksud tak lain kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Ini Alasan Allah Menugaskan Hambanya untuk Terus Beribadah

Ketiga, setelah kelahiran Nabi SAW, kaum jin tak lagi bisa mengintip berita langit. Hal itu diakui oleh kaum jin sendiri dalam QS  Al Jin 8-9.

Keempat, beberapa keajaiban muncul pada Halimah as-Sa‘diyah, ibu persusuan Nabi SAW. Dua hari di Makkah, Halimah belum mendapatkan bayi untuk disusui.

Bayi Muhammad yang yatim tak ada yang mau menyusui. Akhirnya disusui Halimah. Wajah bayi yang bercahaya membuat dia kagum.

Begitu si bayi disusui, air susu Halimah mengalir deras. Bahkan, unta mereka yang semula kurus seketika menjadi gemuk dan tahan menempuh perjalanan.

Sejak itu keberkahan pun berlimpah, tidak hanya kepada keluarga Halimah, tetapi juga kepada kabilahnya.(jif/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Gembira #nabi muhammad #maulid #menyambut