Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Toriqoh 282, Mengapa Salat Itu Sangat Penting?

Rojiful Mamduh • Selasa, 23 Januari 2024 | 15:40 WIB

 

Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan
Rubrik Toriqoh oleh KH Cholil Dahlan

RadarJombang.id - Pengasuh PP Darul Ulum Rejoso sekaligus Ketua MUI Jombang, KH Cholil Dahlan, menjelaskan pentingnya salat.

Sampai-sampai Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sebelum wafat berwasiat tentang salat.

’’Senin pagi di hari wafatnya, Nabi Muhammad SAW berwasiat tentang salat,’’ tuturnya.

Ucapan terakhir Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam; Kerjakanlah salat, kerjakanlah salat. Dan takutlah kalian kepada Allah atas hak-hak hamba sahaya kalian.

Siapa saja yang menjaga salat, maka dia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari kiamat.

Sebaliknya, yang tidak menjaga salat, maka dia tidak akan mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan pada hari kiamat.

Orang yang tidak salat, pada hari kiamat akan dikumpulkan bersama Qarun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.

Orang-orang yang meninggalkan salat dan tidak mau menjaga salat, mereka akan dikumpulkan bersama-sama dengan pembesar orang kafir.

Rasulullah bersabda; Sungguh, yang memisahkan antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan salat.

Rasulullah juga bersabda; Perjanjian antara kita dan mereka adalah salat. Siapa saja yang meninggalkan salat, sungguh dia telah kafir.

Kita diperintahkan memerintahkan anggota keluarga agar melaksanakan salat. Sebagaimana ditegaskan dalam QS Taha 132.

Baca Juga: Toriqoh 279 , Siap-Siap Mati!

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.

Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat yang baik itu adalah bagi orang yang bertakwa.

Para nabi juga memberi teladan mendoakan anggota keluarga agar salat. Seperti doa Nabi Ibrahim alaihissalam yang diabadikan dalam QS Ibrahim 40.

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan salat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.

’’Santri di pondok selalu dibangunkan dan diajak salat lima waktu berjamaah agar terbiasa salat,’’ kata Kiai Cholil. Anak yang terbiasa salat jamaah di pondok, pasti akan disiplin salat lima waktu setelah lulus dari pondok.

Terkait wasiat Nabi agar memperhatikan hak kepada hamba sahaya, Aisyah sempat bertanya kepada Nabi bagaimana cara melaksanakannya.

Nabi menjawab; Ketika kamu masak atau makan sesuatu, maka pembantumu berilah makan yang sama dengan yang kamu makan.

Jadi tidak boleh, tuannya makan nasi ayam atau daging, kemudian pembantunya hanya diberi makan nasi.

Warga toriqoh dibimbing zikir dengan kaifiyah dan haiah tertentu agar zikir mudah masuk ke dalam hati.

Jika zikir sudah masuk ke dalam hati, maka setiap ada panggilan salat, akan cepat-cepat mendatangi salat. Bahkan sebelum masuk waktu salat pun sudah bersiap-siap.

Rasulullah bersabda, kelak di akhirat ada orang yang wajahnya bersinar seperti matahari, bulan dan bintang.

Orang yang dengar azan lalu wudu, wajahnya bersinar seperti bintang. Orang yang ketika azan sudah punya wudu, wajahnya bersinar seperti bulan.

Baca Juga: Toriqoh 276, Berpikir Cahaya Hati

Orang yang ketika azan sudah punya wudu dan berada di dalam masjid, wajahnya bersinar seperti matahari. (jif/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#penting #nabi muhammad #salat