RadarJombang.id - Pengasuh Pesantren Tahfidzul Quran Al-Hafidz, Trawasan, Sumobito, Ustad M Hafidz Alhafiz, menjelaskan pentingnya menyambut bulan Rajab.
Hal itu disampaikannya saat khotbah di Masjid Satlantas Polres Jombang, Jumat (1/12) lalu.
’’Bulan Rajab termasuk salah satu dari empat bulan mulia. Maka harus kita sambut agar bisa mengisinya dengan banyak amal saleh,’’ tuturnya.
Sabtu (13/1) nanti kita sudah masuk 1 Rajab 1445 H. Allah SWT berfirman dalam QS Attaubah 36.
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi.
Di antaranya empat bulan mulia. Yakni Rajab, Zulqa’dah, Zulhijah dan Muharam.
Ustad M Hafidz cerita, suatu hari Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam tengah melakukan Pengajian bersama para sahabat di masjid.
Tiba-tiba datang seorang lelaki tampan setengah tua. Kulitnya bersih, wajahnya penuh senyum. Terlihat sangat menyenangkan.
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bertanya: Wahai sahabat, siapa engkau?
’’Saya umatnya Nabi Isa alaihissalam! Rasulullah bersama para jamaah kaget. Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bertanya lagi; Umurmu berapa? ’’600 tahun,’’ jawab lelaki tadi.
Lelaki itu bercerita: Saya umatnya Nabi Isa alaihissalam yang setia menemani Nabi Isa kemanapun ia pergi. Dari mulai remaja hingga diangkat menjadi nabi.
Baca Juga: Binrohtal 2.093, Manfaat dan Kebaikan Melanggengkan Wudu
Suatu ketika, saya diajak mengembara. Ditengah perjalanan, menjumpai gunung yang begitu indah bercahaya.
Nabi Isa alaihissalam lalu bermunajat kepada Allah subhanahu wa ta’ala, memohon agar bisa berbicara dengan gunung.
Maka dikabulkan oleh Allah SWT. Nabi Isa bertanya kepada gunung;
Wahai gunung, kamu kok bisa begitu indah dan bercahaya? Gunung menjawab: Karena di dalam perutku terdapat manusia yang mulia!
Kemudian gunung tersebut membelah dan keluarlah manusia yang mulia. Nabi Isa alaihissalam bertanya: Siapakah sebenarnya engkau? Saya umatnya Nabi Musa alaihissalam!
Nabi Isa beserta umatnya kaget kemudian bertanya lagi; Umurmu berapa? 2.000 tahun!
Nabi Isa alaihissalam curhat kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Ya Allah, betapa mulianya lelaki ini.
Engkau beri umur panjang hanya untuk ibadah dalam perut bumi dan tidak pernah melakukan maksiat.
Allah SWT berfirman: Wahai Isa, apakah engkau ingin mengetahui orang yang lebih mulia dan lebih besar pahalanya dari lelaki ini? ’’Ya,’’ jawab Nabi Isa.
Allah subhanahu wa ta’ala lalu berfirman; Manusia yang mulianya jauh melebihi mulianya umat Nabi Musa yang di dalam perut bumi yakni umat nabi akhir zaman.
Umatnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam yang mau berpuasa Rajab walaupun hanya satu hari. (jif/naz/riz)
Editor : Achmad RW