Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Binrohtal 1.776: Sebulan Sedekah Rp 7 Juta

Rojiful Mamduh • Kamis, 3 Maret 2022 | 15:02 WIB
Photo
Photo
SAAT ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Rabu (2/3/2022), Pengasuh PP Umar Zahid Semelo, Bandarkedungmulyo, Gus Asrori Maksum menjelaskan pentingnya sifat dermawan atau luman. "Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Orang dermawan dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka," tuturnya.

Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam juga bersabda; Sedekah bisa menghindarkan dari mati jelek atau suul khatimah.

Gus Maksum lalu cerita Abdullah bin Mubarak. Suatu ketika, Abdullah bin Mubarak mimpi didatangi Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam. Kemudian Rasulullah titip salam kepada orang Majusi penyembah api.

Mulanya, Abdullah bin Mubarak tidak percaya dengan kebenaran mimpinya. Namun Abdullah mimpi yang sama hingga tiga kali. Abdullah juga ingat sabda nabi bahwa setan tidak bisa menyerupai nabi. Baik dalam kehidupan nyata maupun dalam mimpi.

Abdullah bin Mubarak lantas mendatangi orang Majusi penyembah api. Abdullah bertanya; Wahai Majusi, kebaikan apakah yang pernah kamu lakukan? Majusi menjawab, aku mengumpulkan banyak harta dari usaha sebagai rentenir. Abdullah bin Mubarak menyatakan, itu bukan kebaikan tapi malah dosa riba.

Si Majusi menjawab, aku menikahkan anakku dengan anakku agar hartaku tidak pindah kepada orang lain. Abdullah bin Mubarak kembali menyatakan, itu bukan kebaikan tapi malah berdosa.

Si Majusi berkata lagi; Anakku yang paling cantik, aku nikahi sendiri. Abdullah bin Mubarak kembali berkata; Itu bukan kebaikan tapi malah dosa.

Si Majusi lalu ingat, di malam pernikahannya, ada ibu yang mengendap-endap ke rumahnya. Karena curiga, dia lantas mengikuti ibu itu ke rumahnya. Rupanya dia janda miskin yang punya beberapa anak yatim. "Dia  mau minta makan kepadaku tapi malu. Sebab dia muslim sedangkan aku majusi. Padahal anak-anaknya kelaparan di rumah," paparnya.

Melihat itu, si Majusi lalu pulang mengambil banyak makanan dan dia berikan kepada keluarga tersebut. Si ibu sangat senang menerimanya karena anak-anaknya tidak lagi kelaparan.

Ibu itu lantas mendoakan; Ya Allah sebagaimana orang itu membahagiakan kami, bahagikanlah dia di dunia dan akhirat.

Sebagaimana dia membebaskan kami dari rasa lapar, bebaskanlah dia dari kesusahan dunia dan akhirat.

Mendengar itu, Abdullah bin Mubarak lalu berkata; Itulah kebaikanmu yang sangat besar. Sampai-sampai Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam kirim salam kepadamu.

Si Majusi pun bertanya; Benarkah Rasulmu kirim salam kepadaku? "Benar," kata Abdullah bin Mubarak.

Si Majusi lantas minta dibimbing masuk Islam dan bertobat. Dia tidak lagi jadi rentenir. Anak yang dia nikahi dia ceraikan. Anak yang dia nikahkan dengan sesama anaknya juga dipisahkan. "Karena sedekah, karena dermawan, orang Majusi pun bisa mendapat salam dari Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam," terang Gus Maksum.

Gus Maksum lalu cerita KH Mohammad Djamaluddin Ahmad, Pengasuh PP Bumi Damai Al Muhibbin Bahrul Ulum Tambakberas yang baru wafat. "Yang menyalati dan mengiringi jenazah Kiai Jamal sangat banyak," ucapnya.

Saat tahlilan setiap malam hari, yang hadir lebih dari dua ribu orang. "Ini karena ilmu Kiai Jamal yang sangat luas," jelasnya.Juga karena Kiai Jamal sangat dermawan.

Gus Maksum cerita, suatu hari sowan Kiai Jamal. Tak lama kemudian, ada orang mengemis datang ke rumah Kiai Jamal. Oleh Kiai Jamal langsung diberi. "Kiai Jamal kemudian cerita, setiap bulan menyiapkan tidak kurang Rp 7 juta untuk sedekah buat orang-orang yang datang meminta," paparnya. Editor : Rojiful Mamduh
#Kapolri #masjid polres jombang #Binrohtal