”Untuk program PTSL di Desa Sukodadi tidak ada,” ujar Anjik saat dikonfirmasi, kemarin. Disinggung terkait pemerintah desa yang membuka pendaftaran PTSL pada 2020, Anjik menyebut itu pra PTSL.
Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga apabila ada program PTSL langsung berjalan. ”Kalau PTSLnya memang tidak ada. Desa sudah melakukan pra PTSL, pemetan-pemetaan lah agar lebih siap lagi. Tidak salah itu tahun 2020,” katanya.
Dirinya juga tidak menampik, apabila sejumlah warga sudah membayar pendaftaran sebesar Rp 500 ribu per bidang. ”Itu juga sudah saya suruh untuk kembalikan semua tidak terkecuali,” tegasnya.
Apabila ada sebagian uang warga yang belum dikembalikan, pihak desa nantinya akan melakukan pengembalian segera. ”Kalau ada yang belum mungkin masih dicarikan,” tegasnya. Saat ditanya jumlah masyarakat yang mendaftar PTSL dI Desa Sukodadi, Anjik mengaku tidak mengetahui jumlahnya. ”Saya tidak tahu jumlahnya berapa yang sudah mendaftar,” pungkas Anjik. (yan/naz/riz)
Editor : Achmad RW