Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Heri Santoso: Di Dunia Ini Ada 2 Cahaya

Rojiful Mamduh • Selasa, 5 Desember 2023 | 13:10 WIB

 

Heri Santoso, Anggota DPRD Jombang dari Partai PKS.
Heri Santoso, Anggota DPRD Jombang dari Partai PKS.

JOMBANG - Anggota Komisi C DPRD Jombang, H Heri Santoso ST, menjelaskan pentingnya peran guru.

’’Di dunia ini ada dua cahaya. Matahari yang bersinar di langit dan guru yang sepenuh hati mengajar di bumi,’’ kata anggota fraksi PKS ini.

Alumnus teknik fisika ITS Surabaya ini cerita kala masih mahasiswa.

’’Pada 1992 saya dan teman-teman sempat bertemu Konjen Jepang di Surabaya. Ingin mengetahui cara pemerintah Jepang mendidik generasi muda, kok bisa sangat mencintai negaranya sedemikian rupa,’’ ungkap ketua takmir Masjid Al Ikhlas Makarya Binangun, Wadungasri, Waru Sidoarjo ini.

’’Konjen Jepang menjawab, itu semua peran guru. Setelah Hirosima dan Nagasaki di bom atom Amerika, pertama kali yang ditanyakan oleh Kaisar Hirohito adalah berapa jumlah guru yang tersisa,’’ beber alumnus SMAN 2 Jombang ini.

Direktur PT Pilar Indo Abadi ini juga cerita, dulu ada sekolah pendidikan guru (SPG) yang mendapatkan dana dari Belanda.

Ini karena Belanda melihat pentingnya peran guru. ’’Setelah SPG dihapus, tidak lagi mendapat dana dari Belanda,’’ jelasnya.

Inilah sebabnya, kita harus menghargai guru. ’’Kita sudah punya Hari Guru Nasional, tapi belum betul-betul menghargai guru,’’ paparnya.

Masih banyak guru yang digaji dibawah upah minimum kab/kota (UMK). Padahal tugas guru mencetak generasi berikutnya.

Imbas rendahnya gaji guru, akhirnya anak rangking satu tidak mau menjadi guru. ’’Siswa rangking satu dan rangking dua pasti tidak kuliah di keguruan,’’ ucapnya.

Jika yang jadi guru rangking tiga, tentu muridnya juga rangking tiga.

Agar anak rangking satu mau jadi guru, maka kesejahteraan guru harus ditingkatkan.

’’Anggaran pendidikan 20 persen APBN dan APBD itu harus dimaksimalkan untuk guru. Karena elemen terpenting dari sistem pendidikan itu guru,’’ urai pria asal Sepanyul Gudo ini.

Selain itu, siswa dari keluarga miskin harus diberi akses yang luas untuk bisa kuliah setinggi-tingginya.

’’Jika dari keluarga miskin ada anak yang kuliah tinggi, pasti bisa mengangkat kesejahteraan keluarga,’’ tegas wakil rakyat yang terpilih melalui dapil IV yang meliputi Kecamatan Ngoro, Gudo, Perak dan Bandarkedungmulyo ini.  (jif/naz/fid)

 

Editor : Ainul Hafidz
#Guru #Heri Santoso