Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pot Bonsai Karya Warga di Jombang ini Sudah Tembus Pasar Luar Negeri

Achmad RW • Senin, 17 Juli 2023 | 14:15 WIB

 

M Riadin Abror sedang membuat pot untuk bonsai
M Riadin Abror sedang membuat pot untuk bonsai

JOMBANG – M Riadin Abror, warga Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang berhasil mengembangkan usaha dari hobinya. Ia, kini jadi produsen pot khusus tanaman bonsai dengan keuntungan hingga jutaan rupiah tiap bulannya.

Abror memanfaatkan lahan kosong di rumahnya untuk lokasi membuat pot. Ratusan pot terlihat berjajar. Beberapa sudah siap jual, beberapa lainnya masih setengah jadi.

Di dalam ruangan terbuka itu, dua pria terlihat sibuk memotong kawat, mengolah semen hingga membentuk aneka pot. Ada yang berbentuk kotak, persegi panjang, bulat hingga bentuk nongeometris. ”Ya begini ini sehari-hari, kita buat pot sesuai pesanan,” terang Abror.

Ia, mengaku telah menggeluti usaha ini sejak dua tahun belakangan. Pandemi Covid-19 membuat pria yang sebelumnya bekerja serabutan ini berpikir ide kreatif.

”Sejak pandemi kemarin itu, kerjaan tidak tentu, kebetulan saya itu hobi bonsai, akhirnya kepikiran bikin sendiri,” lanjutnya.

Pot buatannya itu pun mulai dipasarkan. Gayung bersambut, banyaknya peminat produknya itu, membuatnya semakin bersemangat memproduksi pot. ”Ya akhirnya diteruskan sampai sekarang ini,” imbuhnya.

Untuk menjaga kepercayaan konsumen, Abror terus berkreasi menciptakan aneka pot. Selain desain yang cantik, Abror juga sangat memperhatikan kualitas.

Sebagai salah satu bentuk usaha kreatif, Abror juga berupaya untuk menjaga kualitas dan keindahan produknya. Hal itu diwujudkan dengan bahan yang berkualitas, bentuk pot dan pola hiasannya.

Pembuatan pot cukup mudah. Dimulai dengan perakitan kawat. Kawat ini, adalah rangka dari pot. Kawat juga berfungsi sebagai tulangan agar pot tak mudah pecah.

Setelah kawat dibentuk sesuai cetakan, barulah adonan semen dan pasir dituangkan dan dibentuk. ”Semen kita usahakan yang bagus, biar awet juga. Kawat juga disesuaikan dengan ukurannya,” lanjutnya.

Setelah kering, barulah pot itu bisa diambil dari cetakan dan mulai dipoles. Sebagai dasar, ia biasa menggunakan polesan semen. Setelah kering, baru dilapis dengan cat.

”Setelah itu nanti kalau misal ada hiasan ya dihias, entah motif bunga, pemandangan, pohon atau teks Cina biasanya, sesuai pesanan,” imbuhnya.

Dibantu beberapa pekerjanya, ia mengaku bisa memproduksi hingga tiga pot dalam sehari. Selain menciptakan model sendiri, pembeli bisa memesan sesuai dengan konsep yang diinginkan.

”Kalau motif mungkin ada 70-an yang sudah dibuat, tapi yang paling banyak diminati sama sih seperti kotak-kotak ukuran 60 – 80 sentimeter itu,” pungkasnya.

Saat ini produk buatannya sudah terjual ke sejumlah kabupaten/kota di Indonesia bahkan luar negeri. ”Yang paling banyak ya memang Surabaya, Gresik, sama Jombang. Kalau yang terjauh pernah ke Vietnam juga,” tambahnya.

Selain desain dan kualitas yang bagus, harga jual produknya cukup terjangkau. Abror, menjual pot bonsai buatannya mulai harga Rp 30 ribu untuk yang berukuran paling kecil. Sementara yang paling mahal, dijualnya seharga Rp 800 ribu.

”Tergantung ukuran dan motifnya. Kalau keuntungan ya kurang lebih Rp 7-Rp 8 juta per bulan,” pungkasnya. (riz/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#bonsai #Jombang #pot #sambongdukuh