’’Angkringan ini sangat membantu masyarakat sekaligus pemerintah,’’ kata ketua DPC Demokrat Jombang ini, kemarin.
Makanan yang dijual di angkringan harganya sangat terjangkau. Sehingga semua lapisan masyarakat bisa membeli. ’’Mereka juga menciptakan lapangan kerja, sehingga membantu pemerintah mengurangi pengangguran,’’ urai pengasuh Asrama Sulaiman Bilqis PP Darul Ulum Rejoso ini.
Mereka menjadi katup pengaman sosial. ’’Orang yang tidak dapat kerja atau dikeluarkan dari tempat kerja, bisa langsung menciptakan pekerjaan dengan buka angkringan,’’ terang bendahara ISNU Jombang ini. Sehingga otomatis menurunkan angka kriminalitas.
’’Makanya pemerintah harus hadir membantu mereka,’’ urai ketua MPC Pemuda Pancasila Jombang ini. Misalnya dengan memberikan akses permodalan. ’’Bisa dengan skema bantuan atau pinjaman tanpa agunan,’’ tegas alumnus S2 Teknik Industri ITS Surabaya yang kini dosen di Universitas Islam Tribakti Kediri. Mereka tidak punya agunan untuk dibuat pinjam ke bank.
Tokoh kelahiran 23 Maret 1975 yang menjadi ketua PSSI dan induk cabang olahraga kempo (Perkemi) Jombang ini juga minta bantuan aparat untuk menekan tranksaksi kriminal di angkringan. ’’Dampak adanya transaksi kriminal di angkringan akhirnya beberapa angkringan kehilangan pelanggan. Angkringan butuh dukungan kita semua,’’ paparnya. (jif/riz)
Editor : Achmad RW