Tingkat SMP kemarin melaksanakan ujian praktik. Setiap siswa diberi soal sesuai kategorinya. Seperti mata pelajaran keterampilan. Kategori tuna grahita sedang, diberikan tugas menempel. Sedangkan satu siswa kategori tuna rungu diberikan tugas membuat aksesoris dari pita dan merangkai bunga.
”Guru memberikan soal sesuai dengan kemampuan siswa,” jelasnya.
Sri Sujatmi mengatakan, kebijakan untuk mengadakan ujian praktik diserahkan kepada satuan pendidikan. Begitu juga soal yang diberikan, diserahkan kepada guru sesuai dengan kemampuan masing-masing kategori siswa.
Sementara SMALB, kemarin sedang menjalani ujian sekolah dengan mata pelajaran IPS dan IPA. Dalam satu kelas hanya ada empat siswa dengan kategori yang sama, tuna grahita. Namun dengan kondisi yang berbeda-beda. Ada yang bisa membaca soal sendiri. Ada siswa yang penglihatannya tidak normal sehingga harus dibantu guru membacakan soal. Siswa hanya memberikan jawaban sesuai pemahamannya.
”Untuk soal, ada kisi-kisi dari provinsi, kebetulan semuanya sama, jadi soalnya juga sama,” ucap Sujatmi.
Sri Hartati, kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Jombang mengatakan, secara umum, kriteria kelulusan diatur dinas. Namun satuan pendidikan boleh menambahkan kriteria kelulusan yang lain.
”Kriteria lulus dari dinas seperti dibuktikan dengan rapor semua semester dan mengikuti ujian yang diselenggarakan satuan pendidikan,” bebernya. Satuan pendidikan boleh menambahkan kriteria lain, seperti kehadiran dan rata-rata nilai rapor. Editor : Rojiful Mamduh