Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

50 Nakes RSUD Jombang Isoman Setelah Terpapar Covid-19

Rojiful Mamduh • Sabtu, 26 Februari 2022 | 15:20 WIB
Ilustrasi Nakes
Ilustrasi Nakes
JOMBANG – Sedikitnya ada 50 tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di RSUD Jombang, menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Selain dokter, di antara nakes itu ada perawat dan tenaga administasi.

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran membenarkan jumlah nakes yang menjalani isolasi mandiri sekarang ini  bertambah menjadi 50 orang. Jika sebelumnya yang terpapar mayoritas tenaga medis non pelayanan, kini sudah menyasar kalangan dokter dan perawat yang notabene bertugas melayani pasien.

”Ada dua dokter umum dan perawat lebih dari lima orang,’’ katanya. Ia kemudian merinci, beberapa tenaga lain seperti tenaga keuangan, administrasi dan tenaga IT yang ikut terpapar Covid-19. Berdasarkan hasil tracing yang dilakukan, mereka rata-rata terpapar dari lingkungan tempat tinggal. ”Jadi ada anggota keluarga yang awalnya bergejala, kemudian kita swab ternyata positif,’’ terangnya.

Dari semua nakes yang terpapar Covid-19 itu tak seluruhnya menjalani perawatan di rumah sakit. Sebagian besar menjalani isoman di rumah. ”Yang kita rawat hanya empat orang. Dua bagian keuangan, satu bagian IT dan satu orang perawat,’’ jelas dia.

Meski begitu, Pudji menegaskan pelayanan di rumah sakit tetap berjalan seperti biasa. Sejak awal, antisipasi jika terjadi lonjakan kasus sudah dipertimbangkan. ”Pelayanan tetap jalan, apalagi sekarang banyak yang selesai isoman,’’ papar dia.

Pudji mengakui, sesuai arahan Kemenkes bagi siapa saja yang terpapar Covid-19 tanpa gejala cukup melakukan isolasi mandiri selama lima hari. ”Jadi sesuai arahan atau statmen Menkes begitu. Bahkan, setelah isoman pun tidak perlu swab ulang karena hanya dilakukan untuk yang bergejala sedang dan berat,’’ pungkasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jombang Nasrulloh tak menampik adanya sejumlah nakes yang terpapar Covid-19. Hanya saja, ia belum bisa menjelaskan total berapa yang terpapar. ”Ada perawat yang terpapar, namun jumlahnya masih kita lakukan pendataan,’’ tegasnya.

Sementara di tempat lain, 15 pegawai Dinkes Jombang yang mengajukan isoman dipastikan terpapar varian Omicron. Kepala Dinkes Jombang drg Budi Nugroho, tak menampik bila varian Omicron sudah masuk Jombang. Hal ini diketahui setelah hasil lab dari kasus penambahan pertama sudah keluar dan dua kasus dinyatakan varian Omicron.

”Hasil lab sudah keluar dan dipastikan Omicron,” katanya. Ia menyebut, 15 pegawai yang terpapar Covid-19 itu memang memiliki ciri-ciri Omicron seperti gejala batuk dan pilek. Saat ini, pegawai yang terpapar itu menjalani isoman di rumah masing-masing. "Semua di rumah, tidak ada yang dirawat di rumah sakit," ujar Budi.

Ia memastikan, pelayanan masyarakat di tempatnya tetap berjalan seperti biasa. Masing-masing bidang sudah ada personel yang menangani. “Apalagi kita masuk sektor esensial, jadi  harus tetap jalan," pungkasnya.

 

Bekas Gedung Dinkes Disiapkan 

 

SEMENTARA itu, bekas gedung Dinkes kembali disiapkan untuk tempat isolasi pasien Covid-19. Ini setelah tingkat bed occupancy ratio (BOR) di RSUD Jombang sudah mencapai 50 persen.

”Sudah kita siapkan, namun belum digunakan karena bed di RSUD masih cukup,’’ ujar Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran. Pihaknya bakal menggeser pelayanan ke gedung eks Dinkes jika keterisian tempat tidur di tempatnya mencapai 80 persen lebih.

Secara keseluruhan, lanjutnya, gedung eks Dinkes sudah siap digunakan untuk isolasi pasien Covid-19. Semua peralatan medis di sana sudah lengkap. Mulai tekanan negatif, saluran air, tempat tidur, saluran oksigen, tempat infus dan lain-lain. ”Di sana tersedia 65 bed. Semua sudah siap, tinggal SDM saja,’’ papar dia.

Pudji menguraikan, jumlah pasien terkonfirmasi positif yang masuk ke RSUD Jombang memang semakin banyak. Per hari, sedikitnya ada 20 pasien. ”Namun flow-nya lancar. Artinya jumlah yang masuk dan keluar hampir seimbang. Misalnya hari ini ada 20 yang masuk, kemudian yang keluar 18,’’ jelasnya

Menurut dia, rata-rata pasien yang masuk dalam kondisi parah karena ada komorbid yang dimiliki. ”Jadi flow cepat, mereka datang bukan karena Covid-19, tapi karena komorbid yang diderita,’’ pungkas dia. Editor : Rojiful Mamduh
#Nakes RSUD Jombang #Terpapar Covid-19