Radarjombang.id - Di balik ketegasan dan kedisiplinannya sebagai guru, Faridha Ariyani, S.Pd., M.Pd., ternyata memiliki hobi yang tak banyak diketahui: menjahit dan merajut. Bahkan, seragam CPNS pertamanya ia jahit sendiri.
”Seragam CPNS saya yang pertama, saya jahit sendiri,” ujar ibu dua anak asal Dusun Bunder, Desa Gebangbunder, Kecamatan Plandaan.
Hobi menjahit ia tekuni usai lulus kuliah, saat masih menjadi guru tidak tetap (GTT) di sebuah madrasah aliyah.
Waktu senggang ia manfaatkan untuk kursus menjahit agar punya keterampilan tambahan. ”Dulu sempat rajin merajut juga, tapi sekarang sudah tidak sempat karena kesibukan,” tutur guru SMKN 1 Jombang ini.
Faridha kini mengemban tugas sebagai Bendahara BOS di SMKN 1 Jombang.
Meski tanggung jawabnya berat, ia tetap menjalankan peran sebagai istri dan ibu. Ia menikah dengan Hari Purnomo, S.H., pada 2011, beberapa bulan setelah diangkat sebagai CPNS. Setahun kemudian, ia dikaruniai anak pertama, Tsabita Iflaha Ilma, lalu disusul anak kedua, Hayfa Nabila Almahyra.
Setiap hari, Faridha menempuh perjalanan 30 menit ke sekolah, menyebrangi Sungai Brantas bersama anaknya yang kini bersekolah di SMPN 1 Jombang.
Ia berusaha tidak membawa pekerjaan ke rumah, kecuali tugas mendesak yang dikerjakan setelah anak-anak tidur. ”Saya lebih senang murni mengajar dan mendampingi siswa berprestasi,” ujarnya.
Kepada anak-anak, Faridha selalu menekankan pentingnya disiplin dan proses belajar. ”Kalau sudah berusaha keras tapi hasil belum sesuai, tidak masalah. Tapi kalau menyepelekan lalu nilainya jelek, itu saya tidak suka,” tegasnya.
Meski sibuk, ia tetap meluangkan waktu mendampingi anak belajar. Jika ada pelajaran yang tidak bisa ia bimbing, ia mencarikan les. Baginya, perhatian orang tua sangat penting agar anak terbiasa berproses dengan sungguh-sungguh. Di tengah rutinitas, Faridha masih menyimpan keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang S3. Namun, ia memilih menunda demi anak-anak. ”Saya ingin S3, tapi rasanya berat meninggalkan anak,” pungkasnya. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto