
Jumat (15/5) para santri Pondok Pesantren Al-Mahfudz Seblak mengikuti rihlah ke Gunung Merapi Yogyakarta. Ustad Abdurrahman menjelaskan hikmah melakukan perjalanan atau rihlah. ’’Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari perjalanan rihlah seperti ini. Apalagi yang dituju bekas letusan Gunung Merapi,’’ tuturnya.
Ini sarana tadabbur alam dan menambah pelajaran kehidupan. Membuka wawasan, memperkuat iman, serta mengambil pelajaran dari ciptaan-Nya. Allah Ta’ala berfirman di Surat Al-Ankabut 20; Katakanlah, berjalanlah di bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allah memulai penciptaan.
Dengan melihat langsung bekas dahsyatnya letusan Gunung Merapi, para santri diingatkan akan kebesaran dan kekuasaan Allah Ta’ala. Gunung yang tampak kokoh saja dapat memuntahkan lava dan awan panas kapan saja atas kehendak-Nya.
Allah juga berfirman di Surat Adz-Dzariyat 20. Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin.



