JOMBANG – Sebanyak 13 calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (CPPPK) kemenag 2023 absen dalam pelaksanaan seleksi kompetensi teknis tambahan (SKTT) di MAN 4 Jombang, Selasa (12/12).
Padahal, seleksi untuk calon PPPK Kemenag ini wajib dihadiri dan akan langsung berpengaruh pada kelulusan mereka.
’’Tes ini sifatnya wajib, kalau tidak hadir artinya gugur,’’ kata Muhajir, kepala Kantor Kemanag Jombang melalui Kasubag Tata Usaha, Arif Hidayatullah.
Dalam pelaksanaannya, 472 peserta yang mengikuri seleksi itu dibagi menjadi tiga sesi.
Pada sesi satu, ada tujuh orang yang absen. Sesi dua, lima orang absen. Serta sesi ketiga, satu orang absen.
Tidak ada kesempatan bagi yang tidak hadir kemarin. Sebab, peserta dilarang meninggalkan seleksi dengan alasan apapun.
’’Kalau tidak ikut seleksi otomatis gugur. Baik itu karena sakit, atau karena alasan lain,’’ jelasnya.
Seluruh peserta kemarin membawa laptop sendiri-sendiri. Serta harus membawa sambungan internet mandiri, tethering melalui HP peserta.
’’Ada fasilitas wifi dari MAN 4 Jombang. Tapi tidak bisa kalau semua pakai wifi. Jika tethering peserta bermasalah, baru boleh menggunakan wifi MAN 4,’’ bebernya.
Dalam pelaksanaannya, seluruh sesi lancar. Tidak ada kendala jaringan atau yang lain.
’’Alhamdulillah seluruhnya lancar,’’ ucapnya.
Baca Juga: Pemkab Jombang Siapkan Anggaran Rp 129 Miliar untuk Gaji dan Tunjangan PPPK, Begini Rinciannya
SKTT tes moderasi beragama berbasis CAT kementerian agama ini menjadi salah satu penentu, karena menyumbang nilai 50 persen.
Itu disampaikan dalam pengumuman Nomor: P-6676/SJ/B.II.2/KP.00.1/09/2023 tentang Pelaksanaan Seleksi CPPPK Kemenag 2023.
Aturan bobot nilai seleksi kompetensi tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Tahun lalu, CAT BKN menyumbang nilai 60 persen.
Sedangkan tes moderasi beragama berbasis CAT kemenag menyumbang bobot 40 persen.
’’Pelaksanaan seleksinya sudah, tinggal berdoa sambil menunggu hasilnya keluar,’’ ungkapnya. (wen/jif/riz)
Editor : Achmad RW