
Bercanda hal wajar dalam pergaulan. Namun, ada kalanya candaan justru menyakitkan dan berubah menjadi bullying atau perundungan.
Beberapa isu di lingkungan sekitar yang menunjukkan batas tipis antara bercanda dan bullying ialah ejekan fisik. Candaan yang sudah mengarah ke bullying biasanya berupa menyinggung, dilakukan berulang-ulang, dan membuat seseorang merasa malu atau tidak dihargai meskipun dibungkus dengan alasan hanya bercanda.
Hardiknas mengingatkan kita, manusia berpendidikan suatu keharusan. Tidak hanya terdidik akalnya, namun juga terdidik hatinya. Melalui pendidikan karakter yang ditanamkan di sekolah, kita belajar berempati.
Budaya bullying terjadi karena kurangnya empati, tipisnya moral, dan ketidakmampuan menghargai perbedaan. Dampaknya tidak bisa dianggap remeh. Korban bisa kehilangan percaya diri, merasa tertekan, bahkan menarik diri dari lingkungan sosial.
Sudah seharusnya pendidikan karakter perlu kita tanamkan untuk mengikis budaya bullying yang ada di sekolah.



