Minggu (25/1) di Pesantren Putri Tebuireng, saya membaca buku berjudul; Catatan Najwa 2 karya Najwa Shihab. Ada kutipan menarik tentang mahasiswa. ’’Segala yang mustahil bisa menjadi riil di tangan mahasiswa,’’ tulisnya.
Mahasiswa bukan hanya berperan sebagai pelajar, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan bangsa. Sejarah telah membuktikan, mahasiswa memiliki peran besar dalam menentukan arah masa depan negara.
Sering kali mahasiswa menjadi pihak yang paling berani menyuarakan kebenaran dan perubahan. Contohnya, peristiwa menjelang kemerdekaan Indonesia. Jika golongan muda tidak mendesak Ir Soekarno dan para tokoh lainnya untuk segera memproklamasikan kemerdekaan, maka mungkin bangsa Indonesia tidak akan memiliki kesempatan untuk merdeka pada saat itu.
Terkadang, keputusan dan tindakan golongan muda dinilai kurang tepat oleh golongan yang lebih tua. Namun di situlah letak peran pemuda sebagai pembawa pembaruan. Golongan muda memiliki keberanian, semangat, serta ide-ide segar yang mampu mengubah bangsa ke arah yang lebih baik.
KH Hasyim Asy’ari berpesan, santri dan pemuda harus memiliki ilmu, adab, serta rasa tanggung jawab terhadap agama dan bangsa. Ilmu tanpa akhlak akan membawa kerusakan. Sedangkan semangat tanpa ilmu dapat menyesatkan. Oleh karena itu, pemuda harus menjadi pelopor perubahan yang berlandaskan ilmu, akhlak, dan keikhlasan.
Oleh Valisya Nabila, Kelas 8-B SMP A Wahid Hasyim Tebuireng
Editor : Anggi Fridianto