Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Tak Ada Dokter, Persalinan Istri Bayu di RS PMC Dilakukan Ibu Mertua

Binti Rohmatin • Kamis, 6 Agustus 2020 | 15:02 WIB
Bukan Dokter, Persalinan Istri Bayu di RS Malah Dilakukan Ibu Mertua
Bukan Dokter, Persalinan Istri Bayu di RS Malah Dilakukan Ibu Mertua


JOMBANG – Salah satu pasien persalinan asal Desa Gedangan, Kecamatan Sumobito di RS Pelengkap Medical Center (PMC) Jombang, yang bayinya meninggal Selasa dini hari (4/8), ternyata melahirkan sendiri dan hanya ditemani ibu mertua. Hingga jabang bayi meninggal, tak ada tim medis satupun yang menangani. 


”Hanya ditangani saat proses administrasi di IGD saja, setelah itu kami ditelantarkan,” keluh Bayu Kurniawan, 29, suami pasien persalinan kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin (5/8).


Ia merasa ditelantarkan selama menjalani proses persalinan. Sebab, tak ada satupun tim medis baik dokter maupun bidan dan perawat yang mendekat. Sehingga istrinya berjuang melahirkan sendiri dan hanya dibantu ibu mertuanya. 


Ia lantas menceritakan secara rinci kronologi dirinya masuk RS PMC Jombang sekitar pukul 01.30 Selasa dini hari. Ia kemudian masuk ke IGD dan mengurus keperluan administrasi. ”Di situ istri saya kemudian rapid test dan hasilnya reaktif,” sambungnya. 


Beberapa menit setelah itu, istrinya mengalami tanda-tanda akan melahirkan. Hal itu ditandai dari keluarnya cairan dan mengalami kontraksi beberapa kali. ”Saya kan kaget, kemudian saya langsung tanya ke dokternya. Tapi mereka menjawab enteng, ya mohon ditunggu dulu,” jelasnya sembari menirukan jawaban dokter RS PMC yang ditemui kala itu. 


Hingga pukul 03.00 istrinya yang sudah akan segera melahirkan tak kunjung ditangani. Hanya diberikan infus kemudian dibawa ke ruang isolasi. ”Disinilah saya kaget, kenapa dibawa ke ruang isolasi, bukan di ruang persalinan,” beber dia.


Kegelisahan bapak satu anak ini berlanjut hingga berjam-jam kemudian tak ada satupun perawat, bidan atau dokter jaga yang mendekat. 


Beberapa kali, Bayu mencoba memanggil perawat dan dokter yang berjaga. Saat itu, ia masih ingat betul ada salah satu dokter yang hanya terlihat kebingunan dari balik jendela. ”Itu yang membuat saya kecewa, dibalik pintu ada beberapa perawat yang jaga, namun tidak merespons. Ketika saya datang hanya menjawab, tunggu sebentar, itu bukan bidangnya,” paparnya.


Hati Bayu terasa teriris kala mengetahui istrinya melahirkan sendiri di ruang isolasi. Hanya ibu mertuanya yang membantu persalinan sang istri.


Sembari berlumuran darah, ibunya turut menjerit karena menolong seorang diri dan tidak ada tim medis dari rumah sakit yang membantu. ”Di ruang itu hanya ada istri dan ibu mertua, ibu sampai gemetar dan menangis karena tidak ada yang membantu,” papar dia.


Baru setengah jam kemudian, ada dua petugas yang menggunakan APD datang. Mereka kemudian memeriksa kondisi bayi yang sudah lahir. ”Setelah diperiksa mereka bilang kalau anak saya tidak ada respons dan dinyatakan meninggal dunia,” kenangnya.


Atas kejadian itulah dirinya mengaku kecewa berat dengan pelayanan rumah sakit swasta yang terletak di Jl Juanda Jombang tersebut. ”Perasaan saya hancur, apakah karena saya pakai BPJS sehingga kami tidak dihargai,” pungkas Bayu.

Editor : Binti Rohmatin