Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Student Journalism: Dakwah dengan Pena

A
Penulis: Anggi Fridianto❯

 


Advertisement

 Fadjroel Rachmadn Putra Prasetyo, Kelas XI SMA Darul Ulum 2 Unggulan BBPT
Fadjroel Rachman Putra Prasetyo, Kelas XI SMA Darul Ulum 2 Unggulan BBPT

 

 

Advertisement

JOMBANG – Puluhan santri mengikuti Diklat Jurnalistik dan Public Speaking yang diselenggarakan oleh Forum Kepala Unit Pendidikan Darul Ulum (FKUPDU) yang menggandeng Jawa Pos Radar Jombang di Gedung Serba Guna SMA Darul Ulum 2, Selasa (12/5). Ketua Umum Majelis Pimpinan Pondok Pesantren Darul Ulum (MPPDU) Rejoso, KH Cholil Dahlan, menjelaskan, menulis bisa menjadi lahan dakwah.

’’Sebagai santri, kita jangan hanya bisa pada satu bidang. Kuasailah berbagai bidang. Contohnya seperti ilmu jurnalistik. Sampaikanlah kebenaran walau hanya satu ayat,’’ tuturnya mengutip hadis Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam.

Menyampaikan ini ada tiga cara. Pertama dengan lisan. Ini dipelajari melalui public speaking.

Advertisement

Kedua dengan pena atau tulisan. Dakwah dengan pena ini lebih langgeng. Para ulama yang meninggalkan karya tulis sampai sekarang namanya masih hidup meskipun sudah wafat ratusan tahun. Imam Ghazali wafat tahun 1111 masehi. Berarti sudah 915 tahun lalu. Namun kita masih mengenalnya karena banyak tulisannya yang hingga sekarang masih dipelajari di pesantren.

Menulis bermanfaat untuk mengikat ilmu. Sahabat Ali bin Abi Thalib berkata; Ilmu seperti hewan liar, ikatlah dengan menulisnya.

Ketiga dakwah dengan perbuatan. Orang yang mendapat ilmu dari perkataan kita, tulisan kita atau meneladani perbuatan kita, kemudian diamalkan, maka kita akan mendapatkan pahala jariyah. Setiap orang itu mengamalkan, kita akan mendapat kiriman pahala tanpa mengurangi pahala orang tersebut.

 

Advertisement
Editor : Anggi Fridianto

Artikel Terkait

Dari Meja Akademik ke Layar Gawai dan Ditemukannya Wajah Baru Kritik Sastra

Dari Meja Akademik ke Layar Gawai dan Ditemukannya Wajah Baru Kritik Sastra

Dahulu, kritik sastra di Indonesia memiliki panggung yang sakral: rubrik budaya surat kabar minggu, jurnal-jurnal kampus yang tebal, serta forum diskusi terbatas. Kritik adalah domain para intelektual dan akademisi yang

Ketika Novel Menyingkap Realitas: Jerat Perdagangan Manusia di Asia Tenggara

Ketika Novel Menyingkap Realitas: Jerat Perdagangan Manusia di Asia Tenggara

Keinginan mendapatkan pekerjaan dengan gaji tinggi merupakan harapan banyak orang. Setiap orang ingin mengubah nasib dan memperbaiki kehidupan keluarganya.

Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren, Santri MTsN 2 Jombang Dibekali Jurus 3M

Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren, Santri MTsN 2 Jombang Dibekali Jurus 3M

Kamis (15/10) di MTsN 2 Jombang PP Darul 'Ulum, Rejoso, Peterongan, digelar halaqah pencegahan kekerasan seksual di lingkungan madrasah dan pondok pesantren. HM Makhi MPdI selaku kepala madrasah menjelaskan tujuannya. ’’

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer