Pantauan di lokasi, terlihat deretan material besi tulang cor menjorok di tengah-tengah jalan. Di lokasi tidak terlihat adanya pembatas. Beberapa titik rambu peringatan pun terlihat asal terpasang dan jumlahnya sangat minim. Kondisi ini sontak dikeluhkan lantaran mengancam keselamatan pengguna jalan. ”Banyak besi-besi yang mencuat ke tengah jalan, tentu sangat membahayakan pengguna jalan, utamanya mereka yang dari arah Kecamatan Bandarkedungmulyo menuju ke Kecamatan Jombang,” terang Lukman, salah satu pengguna jalan.
Menurutnya, jika kondisi besi-besi mencuat tersebut dibiarkan, dia khawatir akan memicu terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. ”Apalagi kalau malam hari tidak terlihat, kalau sampai kena pengguna jalan bisa fatal. Mestinya dikasih pengaman atau apa, supaya yang lewat juga bisa aman,” imbuhnya.
Ditanya terkait pekerjaan proyek, warga Kecamatan Perak ini mengaku tak tahu menahu. Sebab, selama ini dia belum menjumpai papan nama proyek. ”Itu anggarannya berapa, yang mengerjakan siapa saya tidak. Biasanya ada papan nama proyek, ini saya belum lihat,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Jombang Bayu Pancoroadi mengatakan, proyek cor tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. ”Jadi kegiatan itu ikut kementerian,” kata Bayu.
Disinggung adanya keluhan itu, pihaknya akan meneruskan ke pusat. ”Misalkan ada keluhan bisa menyampaikan ke kita, nanti akan kita fasilitasi ke teman-teman balai (BBPJN, Red),” imbuh dia.
Diakui, harusnya setiap besi pada proyek cor yang menjorok ke tengah jalan harus ada pengaman. Misalnya dipasang pelat besi untuk sementara waktu. Tujuannya untuk menutupi setiap material proyek itu. ”Jadi begini, di sisi luar itu dikasih pengaman biasanya dari pelat. Supaya besinya itu tidak sampai ke pengguna jalan atau yang lewat, karena sifatnya sementara,” ujar Bayu.
Namun, karena bukan kewenangan pihaknya, sementara hanya bisa menyampaikan ke pihak balai. ”Karena terkadang berbeda, katakan di SOP mereka pakai pengaman. Bisa saja menerjemahkan pengaman ini beda, bisa pakai plat dan sebagainya,” tutur dia.
Dijelaskan, proyek itu sampai saat ini masih berjalan. Diprediksi hingga tutup tahun belum kelar. ”Karena kemungkinan multi years, kegiatan dari kementerian kebanyakan begitu. Anggarannya bisa sampai Rp 150 miliar dan tidak mngkin dikerjakan satu tahun anggaran,” kata Bayu. (fid/naz/riz) Editor : Achmad RW