Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gus Zuem: Voucher Muktamar

A
Penulis: Anggi Fridianto❯
Kolom Gus Zuem, sebuah tulisan dari KH Zaimudin As
Kolom Gus Zuem, sebuah tulisan dari KH Zaimudin As'ad

Advertisement

 

SEORANG kawan mengirim potongan video yang berisi curhatan warga NU tentang kebanggaannya pada tokoh idolanya untuk menjadi ketua umum, akan tetapi dia pesimis karena jagonya itu tidak didukung “voucher” yang memadai.

Betul, dia menggunakan sebutan voucher untuk menggantikan kata amplop beruang. Itu mengindikasikan bahwa jelang Muktamar ini, arus percakapan publik di lingkungan Nahdliyin terasa bergeser.

Advertisement

Isu‑isu strategis tentang penguatan modal sosial umat, pemberdayaan ekonomi warga, hingga konsolidasi organisasi yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak, mendadak tenggelam oleh hiruk‑pikuk pembahasan mekanisme pemilihan ketua umum dan siapa mendukung siapa serta seberapa besar kekuatan finansialnya.

Seolah‑olah seluruh energi jam’iyah tersedot pada satu titik: kontestasi figur yang transaksional.

Fenomena ini bukan sekadar dinamika lima tahunan. Ia mencerminkan kesenjangan yang makin lebar antara harapan warga NU di akar rumput dengan realitas politik organisasi di tingkat elit.

Advertisement

Di desa‑desa, para jamaah berharap NU hadir sebagai penopang kehidupan sosial, pendidikan, dan ekonomi mereka.

Namun di ruang‑ruang diskusi para pengurus, yang beredar bukan daftar inventarisasi masalah umat, melainkan daftar dukungan politik internal.

Orientasi pun bergeser dari program ke personalitas.

Padahal, salah satu indikator organisasi modern adalah ketika sistem mampu bekerja kuat dengan ketergantungan minimal pada figur pemimpinnya. Organisasi yang sehat tidak menunggu satu tokoh untuk bergerak; ia berjalan karena mekanisme, tata kelola, dan budaya kerjanya yang mapan.

Advertisement

Artikel Terkait

Magnet Kuat dan Heterogenitas Warga NU

Magnet Kuat dan Heterogenitas Warga NU

Muktamar NU ke-35, 27-31 Agustus 2026 di Tambakberas Jombang telah selesai, dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto, didampingi beberapa Menteri kabinet Merah Putih, Kapolri dan banyak pejabat lain. Wapres RI Gibran Rakabu

Gus Ulib: Ujian Berat Warga Nahdliyin

Gus Ulib: Ujian Berat Warga Nahdliyin

Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, telah tuntas. Forum tertinggi organisasi NU itu telah melahirkan pengurus NU 'bermasalah' untuk masa khidmah 2026–2031.

PBNU Punya Waktu Sebulan Susun Pengurus, Ini 9 Nama Tim Formatur

PBNU Punya Waktu Sebulan Susun Pengurus, Ini 9 Nama Tim Formatur

pekerjaan rumah baru menanti kepemimpinan PBNU periode 2026–2031 setelah Muktamar ke-35 NU menetapkan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz sebagai Ketua Umum PBNU. Keduanya kini memiliki tugas

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer