
Oleh: Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan, Jombang, KH Zainul Ibad As’ad (Gus Ulib)
Alhamdulillah.
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, telah tuntas.
Forum tertinggi organisasi NU itu telah melahirkan pengurus NU 'bermasalah' untuk masa khidmah 2026–2031.
Bagi saya, selesainya Muktamar bukan berarti seluruh persoalan telah selesai. Justru setelah palu Muktamar diketuk, ujian yang sesungguhnya bagi warga Nahdliyin dimulai.
Kita harus berani mengatakan bahwa proses menuju kepemimpinan baru NU tidak berlangsung dalam ruang yang steril dari kepentingan. Ada tarik-menarik kekuatan, ada kepentingan kelompok, ada lobi-lobi, dan ada pula dugaan intervensi kekuasaan yang menjadi pembicaraan di tengah warga Nahdliyin.



