RadarJombang.id – Keyakinan keluarga mulai mengerucutkan identitas dua jasad perempuan yang ditemukan di bekas asrama Polri terbengkalai Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jomnang Rabu (25/2).
Pihak keluarga meyakini korban adalah kakak dan keponakan mereka yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Marno Hidayat, 31, yang ditemui di kamar mayat RSUD Jombang, mengaku yakin dua jasad tersebut merupakan kakak kandungnya, SK, 36, dan keponakannya, Tr, 5.
Keyakinan itu muncul setelah keluarga mengenali sepeda motor yang ditemukan di lokasi.
“Dari motor dan ciri-cirinya, saya yakin itu kakak kandung saya,” ujar Marno saat dikonfirmasi awak media, Rabu malam.
Sepeda motor Yamaha Vega bernomor polisi AG 5053 WO yang diamankan polisi menjadi petunjuk kuat.
Selain pelat nomor, keluarga juga mencocokkan ciri fisik korban seperti tinggi badan.
Marno menjelaskan, kakaknya merupakan warga Kecamatan Perak, Jombang, sementara suaminya, Nur Yanto, 38, warga Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk.
“Kakak saya aslinya Perak, Jombang. Suaminya orang Nganjuk,” katanya.
Ia menuturkan, kakaknya pergi dari rumah pada Selasa subuh dan sejak itu tidak ada kabar.
“Perginya Selasa subuh. Setelah itu tidak ada kabar,” ungkapnya.
Menurut Marno, laporan orang hilang dibuat suami korban setelah menunggu 24 jam sesuai ketentuan.
Keluarga kemudian melakukan pencarian mandiri hingga ke sejumlah wilayah di Nganjuk.
“Kami muter-muter cari ke Gondang, Rejoso, sampai Kertosono,” ujarnya.
SK, 36, sendiri sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan memiliki dua anak.
Selain Tr, 5, ia juga memiliki seorang anak yang duduk di bangku kelas II SMP.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menegaskan proses identifikasi ilmiah masih berlangsung.
“Beberapa bagian sidik jari tidak bisa kami identifikasi karena kondisinya rusak,” ujarnya saat dikonfirmasi di kamar mayat RSUD Jombang.
Meski demikian, hasil penelusuran kendaraan yang ditemukan di lokasi mengarah pada laporan orang hilang di Nganjuk.
“Dari hasil penyelidikan sementara, ada kecocokan antara laporan orang hilang dengan temuan di lapangan. Dugaan mengarah pada ibu dan anak tersebut,” kata Dimas.
Hingga kini, polisi masih menunggu hasil autopsi dan pendalaman forensik untuk memastikan identitas serta penyebab kematian kedua korban. (riz)
Editor : Achmad RW