Radarjombang.id – Musim tanam padi kali ini membawa harapan besar bagi petani Jombang. Dinas Pertanian (Disperta) menargetkan luas panen mencapai sekitar 30.000 hektare yang tersebar di hampir seluruh kecamatan.
Target ini diyakini mampu mendongkrak produktivitas sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras daerah.
Kepala Disperta Jombang, M. Rony, menyebut puncak panen raya akan berlangsung pertengahan Maret hingga awal April.
”Insya Allah pertengahan Maret sampai awal April itu masuk puncak panen raya padi, dan lokasinya menyebar hampir di seluruh wilayah Jombang,” ujarnya.
Produktivitas gabah kering sawah (GKS) atau gabah kering panen (GKP) diperkirakan mencapai 7 ton per hektare. Jika dikonversikan ke gabah kering giling (GKG), hasilnya sekitar 6,4 ton per hektare.
”Artinya ada kenaikan. Dengan kondisi yang relatif baik, kami prediksi bisa mencapai 6,4 ton per hektare GKG,” ungkap Rony.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah wilayah mulai panen lebih awal, seperti di Desa Sidomulyo, Kecamatan Megaluh. Petani di sana sudah memanen menggunakan mesin combine. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto