“Obat e-Sipeno ini sangat membantu bapak ibu untuk memudahkan setiap resep BPJS, tidak usah menunggu lama. Dari aplikasi e-Sipeno itu kita dapat melihat semua proses-prosesnya. Jadi bapak ibu bisa tinggal dulu untuk kegiatan yang lain hingga proses selesai," ujar Kepala Instalasi Farmasi RSUD Jombang Ngoli Suriani SSi, Apt dalam acara talkshow Humas Menyapa RSUD Jombang.
Caranya, pertama pasien menyerahkan bukti e-resep, SEP, buku kendali, persyaratan penunjang dan FC KTP kepada petugas FRS di depo BPJS. Setelah mendapat nomor antrean, pasien bisa menggunakan program obat e-Sipeno. Obat dapat dipantau melalui sistem dengan cara men-scan QR code yang tertera pada lembar nomor antrean, atau masuk ke laman sirs.rsudjombang lalu memasukkan kode nomor antrean.
Dalam program tersebut ada beberapa tahapan yang bisa dipantau pasien tentang status resep obat. Di antaranya, menunggu diproses, dispensing, labeling, obat siap dan obat sudah diambil. Penyerahan obat kepada pasien disertai edukasi petugas farmasi. Obat dilayani pada hari yang sama sehingga diharapkan pengambilan obat juga pada hari tersebut. "Pengambilan obat dengan resep tujuh hari bagi pasien penyakit akut, maksimal diambil tujuh hari kalender setelah resep diterima petugas farmasi,’’ jelas dia.
Dijelaskan, pelayanan Instalasi Farmasi RSUD Jombang selalu berpedoman pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang. “Jadi basically pelayanan kefarmasian di RSUD Jombang yakni pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai dan pelayanan farmasi klinik," terangnya.
Pertama, pada pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan bahan medis habis pakai (BMHP), kegiatan kita meliputi dari pemilihan obat, perencanaan kebutuhan, pengadaaan, penyimpanan dan distribusi obat, sampai dengan pengendalian hingga administrasi,” terangnya lagi.
Tak hanya itu, Instalasi Farmasi RSUD Jombang juga memberi layanan informasi obat bagi pasien. “Ada pengkajian dan pelayanan resep kemudian penelusuran tentang penggunaan obat, pelayanan informasi obat, hingga visite untuk apoteker di RSUD Jombang,” tambah Ngoli.
Di Instalasi Farmasi RSUD Jombang juga memberikan pelayanan bagi pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap. “Depo pasien umum, Depo BPJS kemudian Depo UGD untuk rawat jalan. Untuk semua pasien yang menjalani rawat inap di RSUD Jombang,” tandasnya.
Dia menjelaskan, pelayanan Instalasi Farmasi dimulai pukul 07.00.-14.00 setiap hari jam kerja mulai Senin-Jumat. Untuk pasien rawat jalan, pelayanan disesuaikan dengan jam dinas, hari Senin sampai Jumat mulai pukul 07.00 sampai 14.00 siang. "Khusus hari Sabtu untuk Depo BPJS kita tetap melayani pasien tapi hanya untuk pengambilan obat sampai pukul 11.00,” pungkas Ngoli. Editor : Rojiful Mamduh