Radarjombang.id – Di balik sejuknya lereng Gunung Anjasmoro Wonosalam Jombang, tersimpan potensi kopi excelsa yang tak hanya khas, tapi juga unik.
Adalah Agus Abdullah, warga Dusun Sumber, Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, yang berhasil mengangkat pamor kopi excelsa lewat sentuhan fermentasi yang ia racik sendiri.
Sejak 2021, Agus menekuni proses fermentasi kopi excelsa secara otodidak. Hasilnya? Racikan kopi yang menyuguhkan sensasi rasa apel hijau, stroberi, hingga madu.
”Kopi excelsa punya potensi rasa yang luar biasa. Dengan fermentasi, kita bisa mendapatkan karakter apel hijau, stroberi, hingga madu alami,” ujar Agus Abdullah, kemarin (22/10).
Agus mengandalkan dua metode fermentasi utama, yakni anaerob dan mosto. Pada fermentasi anaerob, biji kopi disimpan dalam wadah tertutup tanpa oksigen selama lima hingga tujuh hari. Proses ini memicu tumbuhnya mikroba alami yang menghasilkan aroma dan rasa kompleks.
Sementara fermentasi mosto menggunakan cairan hasil fermentasi sebelumnya sebagai media perendaman. Teknik ini memperkaya dimensi rasa, menghadirkan nuansa manis dan aroma buah yang lebih kuat.
Semua proses dilakukan secara manual.
Mulai dari penyortiran biji, fermentasi, penjemuran selama dua hingga tiga minggu di bawah terik matahari, hingga pengemasan.
Semua demi menjaga kualitas dan keaslian rasa. Hasilnya tak main-main. Fermentasi anaerob menghasilkan aroma apel hijau dan blueberry, sedangkan fermentasi mosto menonjolkan rasa stroberi segar dan madu dengan keasaman yang seimbang.
”Kopi excelsa berbeda dengan robusta yang cenderung pahit atau arabika yang lebih asam, excelsa justru menghadirkan rasa manis alami dengan aftertaste bersih, menjadikannya favorit para penikmat kopi tanpa gula maupun susu,” pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto