Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Alpukat Gobang, Varietas Unggulan dari Wonosalam Jombang dengan Tekstur Lembut Berdaging Tebal

Anggi Fridianto • Kamis, 2 Oktober 2025 | 15:52 WIB

 

SEGAR: Alpukat Gobang yang dibudi dayakan Sunoto 51, warga Dusun Notorejo, Desa/Kecamatan Wonosalam mulai berbuah.
SEGAR: Alpukat Gobang yang dibudi dayakan Sunoto 51, warga Dusun Notorejo, Desa/Kecamatan Wonosalam mulai berbuah.

KECAMATAN Wonosalam Kabupaten Jombang kaya akan potensi alamnya.

Selain durian, Wonosalam juga punya komoditas unggulan lainnya, salah satunya alpukat gobang.

Alpukat gobang hasil budi daya Sunoto 51, warga Dusun Notorejo, Desa/Kecamatan Wonosalam kini resmi terdaftar dalam Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) Kementerian Pertanian.

Pohon alpukat gobang di kebun Sunoto punya ketinggian sekitar 15 meter. Alpukat gobang tumbuh subur dengan perawatan sederhana.

Alpukat yang berusia sekitar 25 tahun itu berbuah lebat sejak akhir Agustus lalu. ”Alpukat ini sudah terdaftar PVT di Kementan,” ujar dia ditemui Jawa Pos Radar Jombang, (1/10).

Ia mengatakan, perawatan alpukat cukup sederhana, tak butuh perawatan khusus. Cukup rutin memberi pupuk sembari menyemprot insektisida jika diperlukan.

”Perawatannya yang jelas untuk antisipasi hama, kita semprot insektisida tiga bulan sekali kalau ada serangan.

Kalau tidak ada serangan, ya tidak kita semprot. Selain itu, pemupukan juga rutin dua tahun sekali, pakai pupuk kandang dan NPK,” jelas Sunoto.

Dengan perawatan tersebut, hasil panennya cukup menggiurkan. Dalam sekali panen, tanaman alpukat gobang bisa menghasilkan rata-rata 5 kuintal, dengan harga jual di pasaran mencapai Rp 35 ribu per kilogram.

Keunggulan gobang, menurut Sunoto, ada pada kualitas daging buahnya. ”Keunggulan gobang itu ya dagingnya tebal, daging kuning.

Kalau ada cacat di kulit, penyakitnya hanya nempel di kulit, bukan di daging. Jadi tetap aman dikonsumsi,” ujarnya.

Nama “gobang” sendiri memiliki cerita menarik. Awalnya varietas ini hanya disebut WS 02, sebelum kemudian resmi diberi nama gobang oleh Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur pada 2021.

”Jadi, saat pendaftaran ada banyak varietas lokal Wonosalam. Dan setelah penilaian, alpukat ini yang lolos,” tutur Sunoto sambil tersenyum.

Seiring berjalannya waktu, jumlah pohon alpukat gobang di Wonosalam sudah mencapai sekitar 100 pohon dan terus berkembang setiap tahun. Bahkan, sebelum resmi mendapat sertifikasi, banyak petani sudah mencoba memperbanyak bibit dengan berbagai cara. ”Ada yang pakai bibit hingga okulasi,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#unggulan #Jombang #Gobang #alpukat #Wonosalam