RadarJombang.id - Warga yang tinggal di Wonosalam Jombang punya tradisi khusus menjelang panen raya kopi.
Untuk menjaga tradisi yang diwariskan dari para leluhur sebelum panen kopi dimulai, petani di Wonosalam punya tradisi Wiwit Kopi.
Tradisi Wiwit Kopi ini rutin digelar setiap bulan Muharam oleh warga Kampung Adat Segunung, Desa Carangwulung, Kecamatan Wonosalam Jombang.
Tradisi wiwit kopi di Kampung Adat Segunung diawali dengan ritual pembacaan doa di tengah kebun kopi oleh para pemangku adat.
Setelah itu, dilanjutkan petik biji kopi yang sudah merah atau sudah siap dipanen.
Petik biji kopi itu dilakukan pemangku adat sebagai penanda dimulainya musim panen kopi.
Selanjutnya biji kopi yang telah dipetik dimasukkan dalam wadah dari anyaman bambu untuk diarak menuju Pendopo Agung di Dusun Carangwulung.
Sesampainya di pendopo, warga kemudian memulai prosesi sedekah bumi yang berisi hasil panen warga sekitar.
Sedekah bumi kemudian dijadikan rebutan gratis oleh warga usai dipanjatkan doa dalam bahasa Jawa dan Arab.
Ketua Kampung Adat Segunung Supi'i mengatakan, tradisi wiwit kopi dan sedekah bumi merupakan tradisi yang sudah berjalan turun-temurun sejak dulu.
”Ini memang sudah dilaksanakan setiap tahun untuk melestarikan budaya. Saat mau panen apa pun, dilakukan wiwitan terlebih dahulu. Termasuk saat akan panen kopi ini,” ujar dia.
Baca Juga: Prospek Budi Daya Vanili di Wonosalam Jombang yang Ternyata Cuannya Menggiurkan, Ini Buktinya
Dijelaskan, tradisi wiwit dan sedekah bumi yang dilakukan masyarakat Kampung Adat Segunung dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil panen yang melimpah setiap tahunnya.
”Harapannya supaya para petani kopi diberikan kesehatan dan memohon keberkahan,” pungkasnya. (ang/naz/riz)
Editor : Achmad RW