Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Pria di Wonosalam Jombang Sukses Raup Cuan dari Peternakan Cacing Tanah, Ini Ceritanya

Anggi Fridianto • Kamis, 25 April 2024 | 14:57 WIB

 

Bambang Edwijono, 59 saat merawat cacing jenis Lumbricus Rubellus ANC di kandangnya di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Jombang
Bambang Edwijono, 59 saat merawat cacing jenis Lumbricus Rubellus ANC di kandangnya di Desa Wonosalam Kecamatan Wonosalam Jombang

RadarJombang.id – Budi daya cacing tanah kini mulai dilirik warga yang tinggal di lereng Gunung Anjasmoro Wonosalam Jombang.

Seperti yang dilakukan Bambang Edwijono, 59, warga Dusun Tukum, Desa/Kecamatan Wonosalam Jombang ini.

Ia, beberapa tahun terakhir sukses merintis budi daya cacing tanah jenis lumbricus rubellus ANC.

”Kita di sini ada limpahan kotoran sapi yang cukup banyak. Dari situlah kita tertarik membudidayakan cacing tanah jenis lumbricus rubellus ANC,’’ ujarnya.

Bambang menceritakan, dirinya mulai tertarik menekuni budi daya cacing lantaran memiliki prospek nilai ekonomi yang lumayan.

Selain itu, perawatan terhitung mudah serta ketersediaan pakan melimpah.

”Iklim di Wonosalam juga sangat mendukung untuk perkembangbiakan cacing jenis ini,’’ jelas dia.

Dijelaskan, ia memilik memnbudidayakan cacing jenis lumbricus rubellus ANC lantaran lebih cepat berkembang dibandingkan cacing jenis lainnya.

Apalagi cacing ini juga tahan dan mudah beradaptasi.

Di tempat pembudidayaan, ia membuat empat petak kolam dengan ukuran masing-masing panjang 50 meter.

Baca Juga: Pembudidayaan Tanaman Kakao di yang Menyebar di Wonosalam, Butuh Perawatan Ekstra agar Berbuah Maksimal

”Empat petak kolam saya isi 160 kilogram bibit cacing,” bebernya.

Tak hanya itu, ia juga memasang pelindung dari paranet agar cacing tidak terpapar sinar matahari secara langsung.

”Untuk makan kita ambilkan dari kotoran sapi. Selain itu, kita berikan pelepah pisang supaya lembab,’’ jelas dia.

Budi daya cacing menurutnya tidak terlau ribet. Selain perawatan mudah juga tak membutuhkan lahan yang luas.

Bisa memanfaatkan pekarangan rumah dan area-area kosong di sekitar rumah.

”Asalkan tempatnya lembab dan tidak terbuka. Sebab kalau terbuka nanti cacingnya bisa di makan ayam,’’ pungkasnya.

Selain itu, harga jual caing tanah juga lumayan. Per kilogram cacing tanah ia jual dengan harga Rp 20 ribu.

”Kita sudah kontrak. Jadi, nanti diambil setiap panen dengan harga Rp 20 ribu per kilogram,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)

 

Editor : Achmad RW
#budi daya #Jombang #cuan #cacing tanah #Wonosalam