Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Agama Hindu Menyebar di Wonosalam Jombang Berkat Sosok Guru SD dan Tiga Rekannya Ini, Begini Ceritanya

Anggi Fridianto • Jumat, 22 Maret 2024 | 21:39 WIB
Umat hidu di WOnosalam Jombang sedang melakukan upacara keagamaan. berkembangnya agama hindu di Wonosalam Jombang tak lepas dari sosok guru SD dan tiga rekannya
Umat hidu di WOnosalam Jombang sedang melakukan upacara keagamaan. berkembangnya agama hindu di Wonosalam Jombang tak lepas dari sosok guru SD dan tiga rekannya

RadarJombang.id – Persebaran agama Hindu di Wonosalam Jombang tak bisa dilepaskan dengan perjuangan seorang guru SD asal Mojowarno.

Guru SD asal Mojowarno yang jadi penyebar agama Hindu di Wonosalam Jombang itu, bernama  Ja’un Gatot Suseno.

Selain itu ada 3 rekan Ja'un yang juga ikut jadi penyebar utama agama Hindu di Wonosalam Jombang.

Ketua Walaka atau Penasehat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jombang Ketut Suseno Putro, 53, menerangkan, agama Hindu awal kali disebarkan tokoh asal Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang bernama Ja’un Gatot Suseno, pada 1960.

”Dulu pak Jaun merupakan guru agama Hindu di salah satu SD Negeri di Wonosalam. Dari situlah beliau mulai menyebarkan agama Hindu,” ujar dia kepada RadarJombang.id.

Dalam menyebarkan agama Hindu, Jaun tidak sendirian. Ia dibantu tiga orang lainnya, yakni Sunaryo, Sumani, dan Saeman, ketiganya warga Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam Jombang.

Diceritakannya, Sunaryo membantu memimpin persembayangan sementara Sumani dan Saeman membantu menyebarkan agama Hindu. Dia sendiri sebagai pemangku atau pengarah.

”Sejak 1960, hingga sekarang ada 500-an umat Hindu aktif di Wonosalam dengan jumlah paling banyak di Desa Jarak dan Desa Gelangdowo,” jelas dia.

Berbagai kegiatan keagamaan hingga tradisi rutin digelar setiap tahun. Misalnya melasti dan ogoh-ogoh untuk menyambut hari raya Nyepi.

Begitu juga kerukunan antarumat beragama di Kecamatan Wonosalam selama ini terjalin dengan baik.

Setiap harinya mereka hidup saling menghormati dan menghargai satu sama lain, bahkan tidak jarang saling bekerja sama saat peringatan hari besar agama.

Baca Juga: Sambut Nyepi, Umat Hindu di Jombang Jalani Upacara Melasti

”Misalnya saat salat hari raya Idul Fitri, kita umat Hindu sering kali turut menjaga kegiatan salat. Kemudian kita juga sering anjangsana dan untuk menjaga silaturahmi,’’ ujar dia.

Bahkan, dalam tradisi pawai ogoh-ogoh 10 Maret lalu, umat Islam dan kristiani juga berperan serta menjaga ketertiban dan keamanan agar kegiatan berjalan lancar.

”Ya, kita saling koordinasi satu lama in untuk menjaga keamanan agar kondusifitas tetap terjaga,’’ pungkasnya. (ang/riz)

 

Editor : Achmad RW
#Jombang #hindu #guru SD #Wonosalam