Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Potensi Kopi Liberika di Wonosalam, Varietas Tua yang Kini Makin Berkembang

Anggi Fridianto • Kamis, 3 Agustus 2023 | 13:59 WIB

 

 

Petani kopi liberika saat merawat tanaman kopi di kebunnya Dusun Notorejo, Desa/ Kecamatan Wonosalam kemarin.
Petani kopi liberika saat merawat tanaman kopi di kebunnya Dusun Notorejo, Desa/ Kecamatan Wonosalam kemarin.

JOMBANG - Wonosalam kaya akan potensi alamnya, tak terkecuali komoditas kopi. Kecamatan di selatan Jombang ini memiliki banyak varietas unggulan. Selain ekselsa, robusta, dan arabika, ada juga varietas kopi liberika.

Konon, varietas kopi liberika yang ada sejak zaman Belanda ini adalah nenek moyang dari varietas ekselsa. Populasi pohon kopi liberika di Wonosalam belum terlalu banyak, meski begitu jumlahnya diperkirakan terus bertambah.

Kopi liberika salah satunya dapat ditemui di kebun milik warga di Dusun Notorejo, Desa/ Kecamatan Wonosalam.

Baca Juga: Wiwit Kopi, Tradisi Warga Wonosalam Jombang saat Bulan Suro Datang

Jumlahnya sebenarnya banyak di Wonosalam, namun jumlahnya belum teridentifikasi secara pasti,” ujar Ketua Asosiasi Kopi Wonosalam Endrias Bambang Sugeng Purnomo kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Diceritakan, kopi liberika adalah kopi yang sebenarnya sudah ada sejak lama di bumi Wonosalam. Asal usulnya, dulu dibawa bangsa Belanda ketika menginjakkan kaki di Tanah Air.

Hingga kini, tersebar meluas di Wonosalam. Perbedaan mencolok kopi liberika dibandingkan ekselsa dapat dilihat dari ciri-ciri pohonnya.

Misalnya, liberika memiliki daun lonjong yang mengadap ke atas. Kemudian, biji kopi lebih besar dan lonjong.

Ciri itu berbeda dengan ekselsa yang memiliki ciri biji cenderung bulat dan daunnya lebar. ”Sekilas memang sama, tapi kalau diperhatikan lebih jeli maka akan berbeda,’’ jelas dia.

Jumlah populasi kopi liberika di Wonosalam hanya sekitar 10 persen dibandingkan jumlah populasi jenis ekselsa. Namun diyakini populasinya terus bertambah.

Ditaksir, jumlahnya sekitar 1.000 pohon lebih. Dalam satu musim panen, satu pohon liberika dapat menghasilkan sekitar 80 kilogram (kg) kopi petik merah. Sedangkan, ekselsa bisa 100 kg per musim panen.

”Meski bijinya lebih besar, tapi bobotnya ringan sehingga kopi liberika lebih sedikit saat ditimbang. Karena itu tak banyak yang membudidayakan liberika,’’papar dia.

Dari segi rasa, kopi ekselsa cenderung menghasilkan aroma yang kuat. Sedangkan liberika menghasilkan rasa yang soft alias ringan. Sehingga lebih banyak pecinta kopi menyukai varian ekselsa karena menghasilkan aroma dan rasa yang kuat.

Hanya, soal rasa ia menyebut setiap penikmat kopi memiliki selera masing-masing ”Memang dari segi rasa dan aroma liberika lebih soft,’’ tandasnya.

Untuk pembudidayaan sendiri, pohon kopi liberika memerlukan jangkauan jarak yang lebih lebar dibandingkan varietas lain.

Misalnya, arabika memerlukan jarak 2 x 2 meter per tanaman, robusta 2 x 2,5 meter dan liberika ataupun ekselsa sekitar 3,5 x 4 meter. ”Karena jarak batang lebih lebar sehingga jaraknya harus lebar agar produksi maksimal,’’ pungkasnya. (ang/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#Jombang #kopi liberika #Wonosalam