Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Lukisan Wayang dari Wonosalam ini Pakai Gaya Ekspresionisme dan Lebih Hidup

Achmad RW • Kamis, 15 September 2022 | 17:04 WIB
Triyoso Yusuf sedang melukis tokoh pewayangan di rumahnya.
Triyoso Yusuf sedang melukis tokoh pewayangan di rumahnya.
JOMBANG - Wonosalam tak hanya tersohor dengan potensi alamnya. Beberapa tokoh seniman banyak yang lahir dari wilayah yang terletak di lereng Gunung Anjasmara ini. Salah satunya Triyoso, 43, pelukis asal Dusun Plumpung, Desa Galengdowo.

Pria yang dikenal dengan sapaan Triyoso Yusuf ini menekankan gaya ekspresionisme pada setiap karyanya. Hal itu menjadikan karya-karya lukisan dengan tema pewayangan yang dihasikannya tampak lebih hidup dan memiliki pesona tersendiri.

”Saya memang lebih tertarik dengan tema pewayangan. Selain sebagai bentuk melestarikan budaya, menurut saya pewayangan itu long life atau tidak bisa termakan usia,” ujar Triyoso, kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.

Gaya lukisan Triyoso adalah ekspresionisme yang cenderung menampilkan ungkapan ekspresi jiwa dari pelukis itu. Dalam melukis tokoh pewayangan, Triyoso menggunakan teknik spontanitas yang dipadukan dengan kebebasan dalam ekspresi.

Dengan gaya itu, ia yakin karyanya bisa tampak lebih hidup. ”Jenis-jenis lukisan ini mirip dengan gaya Affandi yang menggunakan teknik spontanitas. Berbeda dengan gaya realisme yang cara melukisnya terencana sejak awal,” papar dia.

Beberapa karya Yusuf yang sudah dikenal adalah ikon Jazz Kampoeng Djawi Wonosalam 2019, ikon Kenduri Durian Wonosalam, serta puluhan karya dengan tema pewayangan. ”Saat ini saya fokus ke spesialis pewayangan. Karena menurut saya, ada panggilan di situ,” tandasnya.

Lukisan Triyoso memiliki ciri lebih besar dengan lukisan kanvas pada umumnya. Tak lain, karena ia menggunakan kanvas ukuran 1 x 2 meter. Sedangkan, lukisan lain rata-rata paling besar adalah ukuran 1 meter. ”Saya paling kecil ukuran 1 x 2 meter, kalau paling besar pernah 4 meter,” pungkasnya.

Banyak Dilirik Kalangan Pejabat

SEJUMLAH lukisan karya Triyoso, 43, sering kali dibeli kalangan pejabat maupun pengusaha. Sebut saja, Wagub Jatim Emil Dardak, Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat serta Wabup Sumrambah memiliki koleksi lukisan seniman asal Wonosalam ini.

”Saya pemasaran selama ini sebatas dari kenalan. Terkadang saya juga unggah di online, kemudian ada yang menawar,” ujar Triyoso, kepada Jawa Pos Radar Jombang (7/9).

Triyoso juga sering mengadakan pemeran lukisan tunggal di Surabaya. Baik di Balai Pemuda Surabaya serta Taman Budaya. ”Kalau pameran tunggal mungkin sekitar enam kali, kalau pameran lain juga pernah,” tambahnya.

Karyanya pernah dibeli Ajudan PM Malaysia Mahathir Mohamad saat mengikuti lelang di PT Balai Lelang Indonesia di Jakarta. Saat itu, ada dua lukisan dengan tema Jazz Kampoeng Djawi yang masing-masing dibeli Rp 12 juta. Selain itu, lukisannya juga pernah dibeli mantan Kepala Bappeda Jawa Timur Rudy Ermawan Yulianto seharga Rp 50 juta. ”Ada juga yang diambil pak Emil Rp 35 juta. Selain itu ada yang dibeli pak Wabup dan pak Kapolres Jombang,” papar dia.

Berbicara soal harga, lukisan Triyoso memang dipatok dengan harga yang cukup tinggi. Mulai dari yang termurah Rp 5 juta hingga Rp 50 juta. Selain ingin menghargai setiap karyanya, Triyoso juga menggunakan bahan dan media dengan kualitas tinggi.

Misalnya, untuk modal kanvas satu rolnya Rp 12 juta. Itu belum dengan harga per warnya Rp 350 ribu. ”Pabrik cat yang saya gunakan ini mereka mengklaim jika catnya bisa bertahan ratusan tahun,” pungkasnya. (ang/naz/riz) Editor : Achmad RW
#pewayangan #Jombang #lukisan unik #wonderland wonosalam #Lukisan