Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Aneka Kerajinan Berbahan Logam dari Sumberjo, Wonosalam

Rojiful Mamduh • Kamis, 24 Maret 2022 | 14:42 WIB
Photo
Photo
JOMBANG – Selain dikenal akan potensi wisata alamnya yang mempesona, produk kerajinan di Wonosalam juga terus bergeliat. Salah satunya produk kerajinan tangan (handycraft) berbahan logam yang digeluti Eko Cahyono, 44, warga Dusun Babatan, Desa Sumberjo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Dengan tangan kreatifnya, Eko mampu menciptakan aneka produk kerajinan bernilai seni tinggi dari bahan logam. Mulai dari liontin, miniatur arca, cincin dan ragam kerajinan unik lainnya.

”Kami juga membuat sesuai dengan pola yang diinginkan calon pembeli. Misalnya, miniatur arca ini, merupakan pola dan desain dari pembeli. Kami tinggal memproses sesuai pesanan,” ungkap Eko kepada Jawa Jawa Pos Radar Jombang, kemarin.

Eko mulai menggeluti usaha pembuatan kerajinan berbahan metal ini sejak 1994. Berbekal ilmu yang dia dapatkan saat bekerja di salah satu perajin di wilayah Mojokerto, ia kemudian berhasil merintis usaha sendiri di rumah. ”Terhitung sekarang sudah hampir 30 tahun. Saya mulai membuka usaha sendiri sejak tahun 1994,” terangnya.

Berbekal pengalaman yang dia dapat, Eko pun secara bertahap usahanya kian berkembang. Dia memanfaatkan lahan kosong di pekarangan rumahnya untuk bengkel pembuatan kerajinan berbaham logam ini.

Bahan baku logam yang dia gunakan beragam. Mulai dari kuningan, tembaga, emas dan perak. Eko menambahkan, untuk bahan baku, ia membeli dari toko penyedia bahan di luar kota. Misalnya, untuk bahan kuningan, ia membeli dalam bentuk pelat dengan ketebalan 1 meter. ”Per meternya untuk kuningan Rp 500 ribu. Begitu juga bahan-bahan lain, semuanya beli,” tambahnya.

Menurutnya, proses pembuatan kerajinan berbahan logam memakan waktu cukup panjang. Pertama-tama dia harus menentukan pola atau desain produk yang akan dibuat.

Selanjutnya menyiapkan dan mengolah bahan baku. Proses peleburan, mencetak hingga finishing dia lakukan di bengkelnya sendiri. ”Semua saya kerjakan di sini,” imbuhnya.

Seiring usahanya terus berkembang, Eko pun terus mengembangkan ragam produknya untuk menyesuaikan kemauan pasar. Selain dari idenya sendiri, beberapa produknya juga menyesuaikan pola yang diinginkan pemesan. ”Misal pembeli pesan minta dibuatkan model model seperti ini, kita layani,” bebernya.

Selama 28 tahun bergelut di dunia kerajinan metal, buah karya Eko mulai merambah kepasar  internasional. Untuk memperluas jaringan Eko juga berkolaborasi dengan perajin manik-manik di Desa Plumbongambang, Kecamatan Gudo agar kerajinanya makin dikenal dunia luas.

Beberapa produk kerajinan buatannya bahkan dipesan dari United Kingdom (UK). ”Jadi kalau yang dikirim ke UK adalah kerajinan berbahan kuningan dan perak. Tapi, untuk emas kebanyakan dikirim ke lokal saja, yakni Bali,” jelas dia.

Harga buah karya buatan Eko juga bervariatif. Mulai ukuran paling kecil seperti liontin dan cincin berbahan perak dijual Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu. Lalu, cincin berbahan emas per bijinya Rp 150 ribu. Namun harga juga tergantung dari bahan yang digunakan. ”Jadi kebanyakan dari kami adalah bahan kombinasi. Misalnya pernak-pernik ini digunakan kombinasi untuk bahan perhiasan,” pungkasnya.

 

Photo
Photo


Berdayakan Warga Sekitar

SEMENTARA itu, usaha kerajinan berbahan logam yang digeluti Eko Cahyono tak luput dari perhatian pemerintah desa. Yang berharap ke depan produk kerajinan yang digeluti warganya itu semakin berkembang sehingga berdampak positif menggerakkan perekonomian warga sekitar.

”Kami salut dengan kegigihan pak Eko, karena selain bisa mengenalkan potensi Desa Sumberjo, secara tidak langsung juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” terang Kepala Desa Sumberjo Ismiatun.

Dijelaskan, Eko sejak dulu dikenal sebagai pemuda yang aktif dan kreatif. Selain membuat kerajinan berbahan logam, ia juga berhasil mengembangkan usaha kerajinan berbahan akar kayu jati. Beberapa warga sekitar juga dilibatkan membantu sambil belajar. ”Kita harapkan, kerajinan tersebut dapat menjadi salah satu ikon Desa Sumberjo,” pungkasnya. Editor : Rojiful Mamduh
#Aneka Kerajinan #wonderland wonosalam #Berbahan Logam