”Perawatan cukup mudah. Karena tanaman anggrek pada dasarnya mudah hidup,” ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang.
Sohel, sapaan akrab Suryanto menggunakan media tanam serabut pakis hutan, arang hingga akar pohon. Menurutnya, itu menyesuikan tempat hidup anggrek di hutan. ”Pohon pakis banyak sekali tumbuh di dalam hutan. Jadi yang sudah mati saya bawa pulang untuk media penanaman anggrek,” tambahnya.
Selain itu, untuk merawat anggrek hutan asli bumi Wonosalam itu, Sohel tak pernah mengeluarkan ongkos mahal. Sebab ia selalu menggunakan pupuk kompos. ”Kebetulan punya ternak, dan kotorannya saya jadikan pupuk organik,” jelas dia.
Sayangnya, saat ini bukan musim bunga anggrek. Ia menyebut, anggrek-anggreknya itu berbunga pada akhir tahun kemarin atau sekitar November – Desember. ”Saat ini hanya beberapa yang berbunga. Lainnya sudah berbunga dua bulan lalu,” pungkasnya.
Editor : Rojiful Mamduh