JOMBANG - Bagi dokter bedah umum RSUD Ploso, dr Rossy Heriancy SpB MKed Klin MBiomed, melakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuan merupakan hal yang paling penting menjadi pegangan dalam pengabdiannya sebagai dokter.
Kepuasan dia rasakan saat mengantarkan pasien yang ia tangani dapat melalui masa kritis.
Salah satu kasus yang berkesan baginya ketika menangani pasien berusia sekitar empat bulan.
’’Pasien sebelumnya sudah kejang, anemis, segala macam. Tapi ternyata pasiennya selamat. Di situ ada rasa yang tidak bisa disampaikan,’’ kenangnya.
Pengalaman semacam itu membuat Rossy melihat profesi dokter bukan sekadar pekerjaan.
Ada tanggung jawab besar setiap kali mengambil keputusan untuk pasien.
Prinsip itu membuat Rossy tidak ingin memaksakan tindakan medis ketika kasus pasien berada di luar kapasitasnya.
Menurutnya, memberikan rekomendasi rujukan juga menjadi bagian dari upaya memberikan layanan terbaik.
Bagi Rossy, keputusan medis tidak semestinya didasari pertimbangan keuntungan pribadi.
Keselamatan dan kebutuhan pasien tetap menjadi pertimbangan utama.
Baca Juga: RSUD Ploso Gandeng PT Probes Medical Center, Luncurkan Inovasi Medical Check Up Mobile
’’Intinya lakukan yang terbaik yang kita bisa, yang kita mampu,’’ tegasnya.
Aktivitas sebagai dokter bedah juga membuat Rossy harus siap ketika mendapatkan jadwal on call.
Di RSUD Ploso, ia mendapat jadwal jaga pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Dalam rentang waktu itu, ia harus tetap siap ketika pasien membutuhkan penanganan.
Bahkan, jika kondisi pasien masih membutuhkan pengawasan pada hari berikutnya, tanggung jawab tetap berjalan.
Di tengah jadwal praktik, mengajar, perjalanan antarkota, dan kewajiban on call, Rossy tidak memiliki banyak waktu untuk kegiatan hiburan.
Waktu luang paling sederhana biasanya ia gunakan untuk bermain gim di ponsel atau sekadar melihat media sosial sebelum tidur.
’’Saya sukanya radio, bukan spotify, karena random. Kita bisa tahu berita acak, lagu acak. Itu hiburan buat saya,’’ ujarnya.
Untuk liburan, Rossy cenderung memilih aktivitas sederhana.
Jika memiliki waktu lebih panjang, ia sesekali bepergian ke luar kota atau luar negeri.
Namun, saat hanya memiliki satu hari luang, staycation menjadi pilihan.
Di tengah kesibukannya, ia tetap menyempatkan olahraga.
Salah satu olahraga yang ia suka jalan kaki.
Biasanya malam hari usai padatnya aktivitas di sumah sakit.
’’Saya lebih suka jalan kaki malam, lebih sepi, dan suasananya dingin,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto