LP Ma’arif Jombang Kerahkan 200 Siswa Jadi Relawan di Muktamar NU ke-35, Ini Sosok Penggeraknya

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:13 WIB
Dr. Mamik Rosita, M.Pd.I, Ketua LP Ma’arif PCNU Jombang
Dr. Mamik Rosita, M.Pd.I, Ketua LP Ma’arif PCNU Jombang

 

JOMBANG - MUKTAMAR Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang digelar di Jombang menjadi momentum bagi Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif PCNU Jombang untuk menunjukkan kontribusi nyata.

Di bawah kepemimpinan Dr. Mamik Rosita, M.Pd.I, keluarga besar Ma’arif tak sekadar diajak menyemarakkan perhelatan akbar itu, tetapi juga digerakkan untuk ambil bagian dalam pelayanan, penguatan pendidikan, hingga pengabdian bagi masyarakat.

”Kami mengajak pada seluruh lembaga pendidikan Ma’arif serta perempuan NU untuk mensukseskan Muktamar 35 dengan memberikan pelayanan yang baik kepada Muktamirin dimanapun serta ikut menjadi bagian dalam menjaga supaya Muktamar 35 di Jombang berlangsung aman, damai dan sejahtera bagi semua,” ungkapnya.

Baca Juga: Dari Guru Honorer hingga Pimpin LP Ma’arif NU Jombang, Ini Sosok Mamik Rosita

Berbekal latar belakang panjang sebagai pendidik, pengawas PAI, dosen, sekaligus pengurus berbagai organisasi pendidikan, Mamik membawa LP Ma’arif Jombang untuk terlibat aktif dalam rangkaian Muktamar. Baginya, gaung Muktamar tak boleh berhenti di pusat kegiatan.

 ”Kami tidak ingin Muktamar hanya ramai di pusat kegiatan, tetapi juga terasa sampai ke lembaga-lembaga pendidikan Ma’arif,” ujarnya.

Semangat itu diwujudkan lewat berbagai kegiatan bersama, di antaranya Serbu Ma’arif (Serentak Seribu Majelis Ma’arif) berupa Khotmil Qur’an serentak, serta Ma’arif Fest 2026 yang melibatkan peserta didik dalam kompetisi keagamaan dan kreativitas.

 Bagi para pengurus dan pengelola pendidikan, tersedia ruang penguatan kapasitas lewat Diskusi Kema’arifan, sharing inovasi bersama LP Ma’arif se-Indonesia, Ma’arif Leadership Summit, hingga Halaqah Ma’arif Nasional menjadikan Muktamar sebagai momentum konsolidasi pendidikan, bukan sekadar seremoni.

 ”Kekuatan organisasi adalah kekuatan kolaborasi,” ujar Mamik.

Ia menegaskan pentingnya jejaring antara LP Ma’arif Jombang dengan pengurus dari berbagai daerah, sekaligus komunikasi erat dengan PCNU, PB Ma’arif, pemerintah, Kementerian Agama, pengawas, kepala sekolah, guru, dan berbagai mitra lain.

Keterlibatan LP Ma’arif juga meluas ke aspek pelayanan. Home Base LP Ma’arif NU Jombang dibuka sebagai tempat silaturahmi, koordinasi, diskusi, dan istirahat bagi peserta serta keluarga besar NU, lengkap dengan kopi dan camilan bagi tamu yang datang.

Sebanyak 200 siswa Pramuka turut dilibatkan sebagai relawan, langkah yang menurut Mamik penting agar siswa memahami pendidikan bukan sekadar soal nilai akademik, melainkan juga kepedulian, pengabdian, dan gotong royong.

 

Sebagai Ketua LP Ma’arif, Mamik menegaskan pentingnya mempertahankan pendidikan Aswaja dan ke-NU-an, namun tak cukup hanya lewat hafalan. Nilai tawassut, tawazun, tasamuh, i’tidal, cinta tanah air, menghargai perbedaan, hingga menjaga persatuan harus menjadi budaya sekolah. ”Aswaja jangan hanya menjadi mata pelajaran, tetapi harus menjadi budaya sekolah,” tegasnya.

 

Di tengah derasnya arus informasi digital, kata Mamik, lembaga pendidikan Ma’arif harus mampu memberikan fondasi keislaman yang kuat sekaligus membekali siswa menghadapi perkembangan zaman. (wen/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
Muktamar NU 2026 Muktamar NU Jombang Mamik Rosita LP Ma’arif Jombang Pendidikan Ma’arif