Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Anik Zuroidah Guru MTsN 5 Jombang yang Ketagihan Mengajar sejak Kecil

Achmad RW • Rabu, 11 Maret 2026 | 07:28 WIB

 

Anik Zuroidah
Anik Zuroidah

JOMBANG - Mengajar bagi Anik Zuroidah, 51, bukan sekadar profesi yang dijalani setelah menempuh pendidikan tinggi.

Guru Bahasa Indonesia di MTsN 5 Jombang itu mengaku kecintaannya pada dunia mengajar sudah tumbuh sejak masa kanak-kanak, bahkan jauh sebelum ia memahami arti profesi guru.

”Sejak kecil saya memang sudah senang membantu teman-teman belajar,” kata Anik.

Perempuan kelahiran Mojokerto, 28 Oktober 1974 tersebut tumbuh di Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Lingkungan tempat tinggalnya saat itu berada dekat dengan sejumlah pesantren dan lembaga pendidikan agama sehingga kegiatan keagamaan maupun pendidikan menjadi bagian dari keseharian anak-anak di kampungnya. ”Lingkungan rumah saya dulu dekat pesantren, jadi sejak kecil sering ikut kegiatan di sana,” ujarnya.

Sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah di Mojokerto, Anik sudah terbiasa mengikuti berbagai kegiatan peringatan hari besar Islam di lingkungan pesantren maupun di kampungnya. Bersama teman-temannya, ia sering dilibatkan dalam kegiatan pramuka hingga pentas drama sederhana yang dipersiapkan oleh anak-anak setempat.

”Kalau ada peringatan hari besar Islam biasanya kami membuat drama kecil-kecilan bersama,” katanya.

Pengalaman tersebut perlahan menumbuhkan keberanian Anik untuk tampil di depan banyak orang sekaligus melatih kemampuannya berkomunikasi dengan teman-teman sebaya. Ia juga mulai menikmati proses mempersiapkan kegiatan bersama serta berbagi pengetahuan dengan anak-anak lain di lingkungannya. ”Hal-hal kecil seperti itu ternyata sangat membekas sampai sekarang,” ujarnya.

Kebiasaan membantu teman belajar juga mulai terlihat sejak ia masih duduk di bangku sekolah. Rumahnya sering didatangi anak-anak di sekitar tempat tinggalnya yang ingin bertanya pelajaran atau belajar bersama setelah pulang sekolah. “Biasanya mereka datang ke rumah untuk tanya pelajaran,” katanya.

Tanpa disadari, kegiatan belajar bersama itu membuat Anik merasakan kepuasan tersendiri ketika mampu membantu orang lain memahami pelajaran yang sebelumnya sulit dimengerti. Kegiatan tersebut bahkan terus berlanjut hingga ia menginjak masa remaja. ”Kalau membantu anak-anak belajar itu rasanya menyenangkan,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 3 Mojokerto dan melanjutkan SMAN Sooko, Anik memutuskan melanjutkan kuliah di IKIP Surabaya dengan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Pilihan tersebut diambil karena ia merasa dunia pendidikan merupakan bidang yang paling sesuai dengan minatnya sejak kecil. ”Saya memang dari awal ingin menjadi guru,” katanya.

Usai menyelesaikan kuliah pada 1996, Anik mulai meniti karier mengajar di sejumlah lembaga pendidikan di Mojokerto. Ia sempat mengajar di Pondok Darur Hikmah serta SMA Wali Songo di Berangkal sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan kariernya di dunia pendidikan formal. ”Mengajar di berbagai tempat itu membuat saya semakin yakin dengan pilihan profesi ini,” ujarnya.

Perjalanan menjadi guru negeri ternyata tidak mudah bagi Anik. Ia harus mengikuti seleksi calon pegawai negeri sipil berkali-kali sebelum akhirnya berhasil lolos dan mendapatkan kesempatan mengabdi sebagai guru. ”Saya ikut tes sampai sembilan kali sebelum akhirnya diterima,” katanya.

Usahanya baru membuahkan hasil pada 2005 ketika ia dinyatakan lolos seleksi CPNS dan mulai mengajar sebagai guru. Kini Anik menjadi bagian dari keluarga besar MTsN 5 Jombang dan terus menjalani profesi yang telah ia cintai sejak kecil. ”Kalau sudah mengajar itu rasanya seperti ketagihan,” ujarnya. (riz/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#guru berprestasi #wanita #Jombang #MTsN 5 Jombang