Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Fitriah Makkawi, Guru MIN 1 Jombang yang Mengabdi untuk Pendidikan dan Dakwah

Wenny Rosalina • Rabu, 21 Januari 2026 | 07:36 WIB
Fitriah Makkawi SPdi MPd
Fitriah Makkawi SPdi MPd

Radarjombang.id - Perjalanan hidup Fitriah Makkawi SPdi MPd salah satu guru MIN 1 Jombang adalah potret keteguhan seorang perempuan pendidik yang menjadikan ilmu, keluarga, dan pengabdian sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Lahir di Denpasar, Bali, pada 23 Juli 1978, Fitriah tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan nilai pendidikan dan keikhlasan sejak dini.

Kini, ia menetap di Dusun Wersah, Desa Kepanjen, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, bersama suami tercinta Moch Ali SPd, yang juga merupakan salah satu pendidik di MAN 1 Jombang dan tiga buah hati yang menjadi sumber semangat hidupnya, yakni Tazkia Farah Feralfi Ali, SKeb, Muhammad Dzakwan Khadafi Ali, serta Denisha Dzafirah Aulia Putri Ali.

Riwayat pendidikan Fitriah dimulai dari MI Maya Seririt Buleleng Bali, kemudian menimba ilmu di Pondok Pesantren Mu’allimaat Yogyakarta pada jenjang MTs dan MA.

Ia sempat melanjutkan pendidikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, namun harus berhenti pada semester empat pada tahun 1998 karena ayah tercinta wafat. Meski demikian, pesan dan semangat sang ayah justru menjadi penguat tekadnya untuk terus menempuh pendidikan.

”Abah menjadi salah satu penyemangat saya dalam melanjutkan pendidikan tinggi,” jelasnya.

Setelah kembali ke Bali, Fitriah mengabdi di MTsN 1 Buleleng.

Di sana, ia tidak hanya mengajar mata pelajaran, tetapi juga aktif membina ekstrakurikuler drumband.

Latar belakangnya sebagai mayoret semasa MI dan MTs membuat jiwa seni, menari, dan kepemimpinan dalam barisan telah melekat kuat.

Tahun 2000, Fitriah menikah. Dukungan penuh dari suami membuatnya kembali melanjutkan kuliah di STIT Al Mustaqim Negara Bali.

Meski harus membagi waktu antara kuliah dan mengasuh anak, ia berhasil menyelesaikan studi S1 pada tahun 2003. Setelah sempat vakum mengajar untuk fokus pada keluarga dan pendidikan, ia kembali aktif mengabdi pada tahun 2004 di MIN 4 Buleleng.

”Dalam membagi waktu kalau dulu waktu anak-anak masih dirumah saya lebih menekankan pada disiplin dan manajemen ritme saja, pagi fokus pada persiapan keluarga dan  kalau di sekolah ya fokus sekolah. Dan kalau sekrng setelah anak-anak tumbuh besar saya lebih memilih skala prioritas saja,” jelasnya.

Di madrasah tersebut, dedikasinya semakin nyata. Ia mengajar sekaligus membina berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti Olimpiade PAI, puisi, drumband, hingga dai cilik. Pengabdiannya berbuah pengangkatan sebagai CPNS pada tahun 2008 di MIN 4 Buleleng.

Tahun 2019 menjadi titik balik penting dalam hidupnya. Pada bulan Ramadan, ia menerima dua surat keputusan sekaligus yaitu panggilan Allah untuk menunaikan ibadah haji dan SK mutasi tugas ke Kabupaten Jombang.

Sepuluh hari setelah pulang dari tanah suci, Fitriah mulai bertugas di Jombang tepatnya di MIN 1 Jombang. Daerah yang dipilihnya agar lebih dekat dengan keluarga dan orang tua mertua. ”Jombang adalah tempat saya berkembang dan terus belajar,” ungkapnya. Di kota santri ini, Fitriah merasa diterima dan menemukan ruang pengabdian yang luas.

Saat ini, Fitriah Makkawi mengemban amanah sebagai guru Pendidikan Agama Islam dan Ketua Sekolah Ramah Anak di MIN 1 Jombang, pembina dai bagi remaja yang mau belajar. ”Sebab saat di Bali saya aktif mengisi pengajian, bekal kemampuan public speaking itu saya salurkan kepada para remaja yang mau belajar. Sedangkan di Jombang saya mengikuti pengajian untuk menambah ilmu,” jelasnya.

Ia juga dikenal sebagai motivator remaja dan konselor bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan spiritual maupun emosional.

Dalam menjalani peran ganda sebagai pendidik dan ibu, dukungan keluarga menjadi kekuatan utama. ”Alhamdulillah, keluarga sangat memahami dan mendukung semua aktivitas saya. Saat saya di depan laptop, mereka tahu saya sedang menyalurkan ide, dan saat lelah, mereka pun mengerti,” tuturnya.

Pendidikan anak, menurut Fitriah, bertumpu pada keteladanan dan doa. Uswah dan doa adalah pilar utama yang selalu ia pegang. ”Doa yang tak putus dalam setiap sujud, keterikatan hati dengan anak-anak, keterbukaan, serta komunikasi menjadi kunci dalam mendidik mereka,” jelasnya. (wen/naz)

Editor : Anggi Fridianto
#MIN 1 Jombang #wanita #Guru #Jombang #Radar Jombang