Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Fatihah Nurlailiyatussa'ada Santri Jombang yang Buktikan Diri Total dalam Belajar

Wenny Rosalina • Rabu, 22 Januari 2025 | 13:45 WIB
Fatihah Nurlailiyatussa
Fatihah Nurlailiyatussa

RadarJombang.id - Fatihah Nurlailiyatussa'ada atau yang akrab disapa Nana, merupakan salah satu siswi berprestasi MAN 4 Jombang yang berada di lingkup Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.

Nana selalu totalitas dalam belajar, baik saat di asrama maupun di madrasah. Ia berupaya agar seluruh kegiatan yang diikutinya berjalan seimbang.

Baru-baru ini, namanya dinobatkan dalam 40 peserta Inisiator Muda Moderasi Beragama (IMMB) 2024 terbaik yang diadakan Kemenag RI.

Untuk mempersiapkan itu semua, ia memastikan semua kegiatan yang harus dijalani sebagai santri telah terlaksana.

”Kegiatan di luar madrasah seperti lomba-lomba itu bukan kewajiban, kewajiban saya adalah mengikuti kegiatan pesantren karena saya adalah seorang santri,” kata Nana.

Putri pasangan Moh Djuari dan Musrifah tersebut lahir di Lamongan pada 20 Desember 2006.

Pendidikannya diawali di sekolah di TK Syifaul Jinan Kendalkemlagi, Karanggeneng, Lamongan, selanjutnya MI Hidayatus Shibyan Karanggeneng, Lamongan dan MTs Hidayatus Shibyan Karanggeneng, Lamongan.

Kelas VII setelah ia lulus dari TPQ, Nana melanjutkan untuk hafalan Alquran. Meski di awal ia menjalaninya dengan agak terpaksa karena permintaan kedua orang tua, namun setelah dijalani, ia merasa sudah terbiasa dan menyukai aktivitas barunya itu.

”Di sana saya tidak mondok, seperti TPQ biasa jam 3 gitu, hafalan satu juz, murojaah sampai lancar tidak ada yang salah, baru saya boleh tambah hafalan juz,” kata bungsu dua bersaudara ini.

Luar biasanya, hanya dalam tiga tahun ia berhasil hafal Alquran 30 juz. Sedangkan saat ini setelah ia duduk di bangku madrasah aliyah, ia kembali melancarkan hafalannya.

Nana juga memperbanyak murojaah di Asrama Nur Khodijah 3 Tahsin Tahfidz (NK 3 TT) Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.

Tinggal di pondok pesantren adalah keinginannya sendiri. Setelah lulus jenjang MTs, ia ingin memiliki banyak teman baru, lingkungan baru yang lebih positif, dan menjaga dirinya sendiri dari pergaulan bebas.

”Awalnya orang tua agak keberatan karena jauh, tapi karena saya berikan pengertian akhirnya diizinkan,” jelasnya.

Yang selalu ia ingat nasihat dari kedua orang tuanya adalah agar Nana tidak takut untuk mencoba hal baru. Untuk itu, di madrasah banyak kegiatan yang ia ikuti.

Nana yang duduk di bangku kelas XI K IPA 6 MAN 4 Jombang, aktif di ekstrakurikuler jurnalistik. Ia juga aktif di organisasi PK IPNU IPPNU MAN 4 Jombang.

Waktunya di madrasah ia manfaatkan semaksimal mungkin. Seperti mempersiapkan lomba moderasi beragama yang ia ikuti.

Sebab, ketika ia sudah di asrama, waktunya dalam menggunakan gadged terbatas.

”Tapi dapat kelonggaran di asrama ketika sangat urgen, seperti ketika saya harus deadline upload konten untuk kepentingan lomba, baru diizinkan, karena madrasah kirim surat ke asrama,” jelasnya.

Selain itu, Nana juga memperkayaa pengetahuannya melalui buku. Nana suka membaca buku dengan berbagai jenis buku, mulai dari buku pengetahuan, novel, dan lain sebagainya.

Biasanya ia membaca di perpustakaan madrasah, kadang juga meminjamnya untuk dibawa ke asrama untuk dibaca.

”saya pinjam di perpustakaan, tapi yang dibawa ke asrama tidak boleh novel, jadi hanya buku bacaan biasa yang saya nilai penting untuk dibaca,” jelasnya. (wen/naz/riz)

Editor : Achmad RW
#belajar #total #IMMB #Santri #berprestasi #siswi