RadarJombang.id - Mengasuh puluhan anak panti asuhan tentunya membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang tidaklah ringan.
Baik waktu, tenaga, dan pikiran semua Efik curahkan demi mengantarkan semua anak didiknya menggapai kesuksesan di masa depan.
Beruntung suaminya, Mochammad Rodly selalu memberikan dukungan dan motivasi termasuk anak-anak kandungnya.
”Yang kami lakukan ini untuk mencari celengan untuk kehidupan nanti, harapnnya cuma satu, yaitu bermanfaat bagi orang banyak, mencari ridho ilahi, itu saja,” jelasnya.
Efik menamatkan pendidikan dasarnya di MI Muhammadiyah 3 Jogoroto, kemudian ia mondok di YTP Kertosono, Nganjuk untuk sekolah MTs.
Ia melanjutkan pendidikan jenjang SMA di MAN 1 Jombang, dan melanjutkan kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya (sekarang UIN Sunan Ampel Surabaya) Fakultas Dakwah Jurusan Bimbingan Konseling dan lulus tahun 2003.
Memasuki semester 5, ia menikah dengan Mochammad Rodly.
Saat ini Efik sudah dikarunia 4 orang anak, yaitu Farisa Nur Afidah, Muhammad Satria Hamzah, Muhammad Maulana Malik Ibrahim, dan Abdul Rozak Wildan Rohmatullah.
Di hadapkan dengan tanggung jawabnya mengurus anak panti, Efik tetap mencurahkan perhatian kepada keluarga.
Kadang, ketika Efik merasa kelelahan dengan semua kegiatannya merawat puluhan anak, suaminya selalu ada untuk men-support.
”Nasehat abah, daripada dapat capek tok gak dapat apa-apa, lebih baik merawat yang ikhlas dan harus ridlo,” jelasnya.
Baca Juga: Cara Wiwied Wijayanti Saputro Buat Suasana Akrab dan Dekat dengan Anak
Efik merasakan, banyak hikmah yang ia dapatkan ketika ia berbakti dan patuh pada suami, serta bersedia merawat anak-anak.
Setiap permasalahan yang ia alami, selalu dipermudah dan segera mendapatkan solusi.
Seperti yang dialami saat pandemi Covid-19. Untuk memenuhi kebutuhan semua anak-anaknya, agar pendidikan tetap terjamin, ia menjual dua rumahnya.
”Alhamdulillah sekarang sudah diganti, bisa beli rumah lagi yang lebih bagus. Kepada anak-anak, kami tidak berharap timbal balik, harapan kami hanya jadilah anak yang solih solihah, itu saja,” pungkasnya. (wen/naz/riz)
Editor : Achmad RW