Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Menjelajahi dan Mengintip Koleksi Setiap Ruang di Museum Islam KH Hasyim Asyari (Minha) Jombang

Magang • Jumat, 31 Mei 2024 | 21:38 WIB
Salah satu pengunjung melihat pojok Gus Dur di Minha Jombang, Rabu (20/3) siang.
Salah satu pengunjung melihat pojok Gus Dur di Minha Jombang, Rabu (20/3) siang.

RadarJombang.id - Menjadi salah satu museum yang ada di Jombang, Jawa Timur, Museum Islam hasyim Asy’ari atau kerap dikenal dengan Minha ternyata sangat menarik.

Museum Islam Hasyim Asy’ari ini dibangun sejak tahun 2014 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2018.

Tujuan awal didirikannya Museum Islam Hasyim Asy’ari yang dibangun oleh Gus Sholah adalah sebagai wadah peziarah ke makam Gus Dur atau KH Hasyim Asy’ari.

Agar peziarah bisa mengetahui secara singkat menjelajahi penyebaran agama islam yang ada di Indonesia melalui Museum Islam KH Hasyim Asy’ari.

Museum ini bisa dijadikan alternatif tempat wisata edukatif ketika selesai berziarah di makam Gus Dur atau ketika berkunjung di Jombang.

Saat ini museum MINHA ini tidak dipungut biaya saat mengunjunginya, sehingga pengunjung bisa menjelajahi museum tanpa dipungut biaya.

Seiring berjalannya waktu, koleksi museum Minha terus menerus bertambah setiap tahunnya yang saat ini sudah tercatat kurang lebih 300 koleksi yang tersedia di sini.

Tidak hanya barang peninggalan yang berharga, museum Minha menampilkan banyak informasi sejarah penyebaran agama islam di Indonesia melalui peta, foto, bahkan ornamen yang menarik pengunjung.

Inilah beberapa ruangan dan Koleksi andalan Museum Islam KH Hasyim Asy’ari

1. Ruangan Gus Dur

Replika tongkat Mbah Hasyim pemberian Syaikhona Kholil Bangkalan yang dipamerkan di Minha.
Replika tongkat Mbah Hasyim pemberian Syaikhona Kholil Bangkalan yang dipamerkan di Minha.

Menjadi salah satu ruangan yang baru saja dibuka pada akhir tahun 2023 pada bulan Desember lalu.

Meskipun banyak koleksi Gus Dur yang sudah ada di Museum Kepresidenan yang ada di Jakarta dan beberapa yang disimpan oleh pihak keluarga.

Oleh karena itu, MINWA lebih menyediakan tempat untuk mengenal Gus Dur melalui ruangan informasi biografi di ruang ini.

Biografi yang disampaikan juga lebih mengarah kepada perjalanan pendidikan Gus Dur hingga meninggal pada tahun 2009 silam.

Dalam ruang ini terdapat barongsai asli yang pertama kali digunakan saat imlek pertama kali dilakukan di Indonesia dan diresmikan sebagai hari libur nasional umat beragama Konghucu.

Tidak hanya itu, karena Gus dur memiliki hobi dalam mengetik dan mendengarkan lagu, dalam ruang ini terdapat alat ketik asli yang Gus Dur gunakan.

2. Ruangan Hasyim Asy’ari

Mahkota emas Kerajaan Cirebon, salah satu koleksi Minha
Mahkota emas Kerajaan Cirebon, salah satu koleksi Minha

Ruangan ini secara khusus dihadirkan untuk mengenalkan KH Hasyim Asy’ari sebagai tokoh Islam yang berpengaruh atas kemerdekaan Indonesia dari Jombang.

KH Hasyim Asy’ari dikenal sebagai sosok yang mendirikan Pondok Pesantren Tebu Ireng, tokoh pendiri NU dan sosok yang mencetuskan fatwa jihad.

Fatwa Jihad ini yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober dikenal sebagai Hari Santri.

Dalam Ruangan Hasyim Asy’ari ini terdapat peninggalan jubah yang pernah dikenakan KH Hasyim Asy’ari 100 tahun lalu hingga tongkat bertuah pemberian gurunya.

Tidak hanya jubah, pada ruang ini terdapat kitab dengan tulisan tangan asli KH Hasyim Asy’ari kurang lebih 100 tahun lalu.

Agar pengunjung bisa mengetahui lebih dalam biografi KH. Hasyim Asy’ari, Minha menyediakan video biografi singkat dalam ruangan ini.

3. Ruang Pengenalan Agama Islam

Ilustrasi beberapa koleksi di dalam Minha Jombang
Ilustrasi beberapa koleksi di dalam Minha Jombang

Pada ruang bagian pengenalan agama Islam berisi tentang informasi secara singkat tahapan pengenalan awal mula Islam masuk di nusantara.

Informasi informasi tersebut disuguhkan melalui gambaran peta, foto dan banner yang dipajang secara menarik pengunjung.

Tidak hanya itu pengunjung akan suguhkan beberapa aneka sejarah prasasti peninggalan tokoh Islam Nusantara

Seperti replika batu nisan para tokoh islam, kitab kitab, koin koin hingga meriam dari kerajaan Aceh Darussalam.

selain prasasti peninggalan tokoh Islam Nusantara, Museum MINWA menjadikan ruangan ini sebagai bentuk pengenalan tokoh tokoh islam.

Agar pengunjung lebih mudah untuk memahami informasi yang ada di ruang penyebaran agama islam, Minha mengelompokkan informasi tersebut setiap daerah penyebaran agama islam di Nusantara.

4. Ruang Perjuangan Umat Islam Nusantara

replika sepeda santri yang ikut perlawanan 10 november di ruang KH. Hasyim Asy
replika sepeda santri yang ikut perlawanan 10 november di ruang KH. Hasyim Asy

Jika pada ruangan sebelumnya menjelaskan tentang awal mula islam masuk di nusantara.

Pada ruang ini, lebih diceritakan tentang perjuangan umat Islam dalam mempertahankan negara dan agama pada masa penjajahan Belanda dan Jepang.

Selain itu, pada ruang ini juga dijelaskan tentang tokoh tokoh pendidikan hingga organisasi organisasi Indonesia.

Organisasi organisasi tersebut seperti NU, Muhammadiyah, Sarekat Islam, dan masih banyak lagi itu tidak hanya bergerak di bidang pendidikan namun ekonomi hingga politik.

Tidak hanya organisasi, para tokoh pendidikan berbondong bondong mendirikan tempat pendidikan seperti Pondok pesantren.

Seperti Pondok Pesantren yang pertama kali di bangun di Indonesia yaitu Pondok Pesantren Sidogiri yang ada di Pasuruan pada abad 18.

Itulah beberapa ruang koleksi yang ada di Museum Islam KH Hasyim Asy’ari, tertarik untuk berkunjung ketika berziarah di makam Gus Dur atau ketika berada di Jombang? (mg9/riz)

Editor : Achmad RW
#koleksi #Jombang #MINHA